5+ Curug Yang Jarang Di Ketahui Di Daerah Subang

Curug cileat adalah sebuah curug atau air terjun yang terletak di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Belum di ketahui pasti ketinggian curug ini namun di perkirakan tinggi nya sekitar 100 meter dengan dibit air yang sangat besar terlebih saat musim hujan, curug ini terletak di lereng utara pegunungan Lembang, Atau pegunungan Bandung utara di elevasi 1.100 Mdpl.

Lokasinya masih berada di kawasan hutan belantara perum perhutani membuat air dan suhu udara di kawasan ini sangat dingin, curug cileat masih sangat alami denga panorama alam yang indah, Curug yang tepat berada di tepian lembah antara Gunung Bukit Tunggal dan Gunung Canggok ini di batasi tebing yang menjulang.

aliran hulu sungai Cipunegara nya jatuh secara tunggal membentuk kolam dibawah nya namun cukup berbahaya jika berada tepat dibawah guyuran air terjun apalagi saat turun hujan. (Wikipedia)

SEJARAH CURUG CILEAT

curug cileat

Konon nama curug cileat berasal dari kata “tiporeat” atau terjatuh, menurut warga ini berasal dari sebuah dua orang pangeran yang berlomba mencapai laut dari puncak gunung bukit tunggal, seorang pangeran berlari ke arah utara kemudian “tiporeat” terjatuh, sedangkan pangeran yang satu lagi mengarah ke selatan yang membuat nya kalah dan pundung itulah konon katanya tersebutlah sungai cikapundung.

Sejak jaman penjajahan dulu curug cileat sudah menjadi tempat wisata para belanda,konon para serdadu ini biasa nya datang berombongan menuju curug cileat, yang di gunakan jaman dulu sedikit berbeda dengan jalur yang di gunakan saat ini.

Dari jaman prasejarah, daerah sekitar curug cileat sudah di tinggali manusia prasejarah, hal ini berdasarkan temuan benda prasejarah yang berada di kawasan curug cileat, benda-benda prasejarah itu di temukan pada masa penjajahan belanda, menurut warga ketika itu warga membuat camp exskavasi.

 

PERJALANAN MENUJU SUBANG

Perjalanan kami di mulai dari Haurgeulis dan berencana berangkat menggunakan sepeda motor saja karena Curug tersebut tidak jauh dari Desa tempat kami tinggal hanya menempuh jarak kurang lebih sekitar 2 jam dan kami beranggota 6 orang.

Dalam keadaan hujan deras kami nekat untuk melakukan perjalanan menuju Subang dan memakai jas hujan terlebih dahulu, di daerah pasar Subang kami memutuskan berhenti sejenak untuk membeli makanan ringan seperti gorengan, sampai di tempat Basecamp curug cileat, sepanjang perjalanan kami masih di guyur hujan.

BASECAMP CURUG CILEAT

curug cileat

Sampai di basecamp kami langsung membayar tike masuk sebesar Rp.20,000 dan parkir motor sebesar Rp.15,000 selesai membayar tiket masuk kami membaca do’a terlebih dahulu, sesudah membaca do’a kami melakukan perjalanan.

Tak lama berjalan kami menjupai pos, rupanya di pos ini kami di minta untuk registrasi dan di mintai salah satu KTP dari anggota kami untuk memenuhi syarat tersebut, selesai registrasi kami melanjutkan perjalanan, Sepanjang perjalanan menuju curug cileat yang merupakan curug utama, kita harus melalui beberapa curug sebelum sampai ke curug cileat.

CURUG CITOROK

curug cileat

Curug citorok ini adalah curug pertama yang kita jumpai, curug citorok lumayan jauh dan sulit untuk kita dekati, di curug citorok ini kami berhenti untuk beristirat dan mengemil sedikit makanan ringan, setelah berfoto-foto dan sedikit kenyang kami melanjutkan perjalanan ke curug selanjut nya.

Trek mulai menanjak dan semakin menarik tak mudah untuk mencapai curug cileat, kami harus melewati beberapa curug dan jalur yang menanjak belum lagi pepohonan yang berjatuhan.

CURUG CIMUNCANG

curug cileat

Curug cimuncang adalah curug ke dua yang kita jumpai, di curug ini kami bisa menikmati dingin nya curug cimuncang ini dan tak lupa untuk berfoto-foto, selesai berfoto kami melanjutkan perjalanan kembali, Sepanjang perjanalan kami masih di guyur hujan bahkan dari kampung halaman hujan ini tak kunjung berhenti, kami berjalan tetap berhati-hati karena jalur yang kami lalui sangat licin dan mudah jatuh.

CURUG CIMUNCANG PASIR

curug cileat

Curug cimuncang pasir adalah curug ke tiga yang kita jumpai, di curug ini agak sedikit lebih indah dari curug sebelum nya karena di curug ini banyak bunga-bunga yang bermekaran dan daun yang sangat hijau,.

setelah menikmati ke indahan di curug ini kami melanjutkan perjalanan ke curug cileat dan curug anak cileat curug ke 4 (curug anak cileat) tepat nya di samping curug cileat, sangat sulit untuk mendekati curug anak cileat ini karena medan yang kami lewati begitu curam dan terjal kamipun tidak mendaki curug anak cileat, hanya bisa melihat dari ke jauhan saja.

PEMUKIMAN WARGA

curug cileat

Sampai di pemukiman warga ini kami lumayan cukup lama beristirahat, tempat ini cukup luas bisa juga untuk bermalam disini, untuk bermalam atau mendirikan tenda kalian bisa menyewa lahan tersebut, tempat ini juga pemandangan nya cukup indah, selain pemandangan yang indah dan lahan nya yang luas di pemukiman warga ini juga terdapat fasilitas sperti, tempat beribadah dan wc.

Setelah lumayan cukup lama beristirahat dan menikmati ke indahan alam sekitar kami melanjutkan perjalanan menuju curug cileat dan curug anak cileat yang tak jauh dari sini.

Kali ini trek agak sedikit landai dengan jalur yang sedikit rumit karena banyak pohon-pohon yang berjatuhan, di tengah perjalanan menuju curug cileat dan curug anak cileat sabagian dari anggota kami terkena serangan makhluk kecil menggigit yang bernama pacet, lagi-lagi kami harus berhadapan dengan pacet.

CURUG ANAK CILEAT & CURUG CILEAT

curug cileat
Sampai di curug cileat dan curug anak cileat dengan ke adaan hujan angin curug cileat menghembuskan percikan air yang begitu dingin luar biasa, kami langsung mencari lahan yang pas untuk mendirikan tenda dan bermalam di sini.

Dalam keadaan menggigil kedinginan terpaksa harus segera mendirikan tenda, sebagian dari kami berbagi tugas, ada yang memasak, ada yang mendirikan tenda dan adapula yang tertidur sembari berdiri, bisa juga di sebut dengan pendaki ngantukan.

Setelah beberapa kali berpindah-pindah mencari lahan yang pas akhir nya kami sepakat untuk mendirikan tenda sebelum warung, Dengan susah payah kami mendirikan tenda karena faktor cuaca yang begitu extreme akhir nya tendapun jadi dan masakan juga sudah matang.

Ke esokan hari cuaca agak sedikit bersahabat namun tetap sedikit gerimis-gerimis manja, yang sebelum nya tidak bisa kami hampiri karena faktor cuaca, kali ini kami bisa menghampiri curug cileat dan bermandi, rasa nya tak afdol apabila tak bisa merasakan debit air nya yang deras dan besar yang turun dari ketinggian kurang lebih 100 meter ini.

Setelah bermandi merasakan dingin nya air terjun kami langsung mempersiapkan untuk menuju jalan pulang ke kampung halaman yaitu Haurgeulis tempat kami tinggal.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.