Doa Sebelum Dan Sesudah Wudhu, Tayamum, Tata Cara, Niat

Doa Sebelum Dan Sesudah Wudhu, Tayamum, Tata Cara, Niat

Doa sebelum wudhu- wudhu adalah sesuatu yang harus kita lakukan sebelum beribadah agar diri kita menjadi suci, salah satu contoh bentuk ibadah itu adalah sebagaimana kita ketahui bahwa wudhu adalah syarat sah nya sholat dan ibadah lainnya.

 

Doa Sebelum Wudhu Dan Tata Caranya

Doa Sebelum Wudhu Dan Tata Caranya
jadiberita.com

Doa sebelum wudhu dan tata caranya berikut dibawah ini.

  1. Membaca “BISMILLAAHIRRAIJMAANIRRAHIIM”, sembari mencuci kedua tangan sampai pergelangan tangan kita dengan bersih.
  2. Setelah itu terus terus berkumur-kumur tiga kali, sampai bersih agar tidak ada sisa makanan yang terdapat pada bagian gigi.
  3. Setelah berkumur terus memcuci lubang hidung tiga kali.
  4. Setelah mencuci lubang hidung terus mencuci muka tiga kali, mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai bawah dagu dan dari telinga kanan ke telinga kiri, nah setelah itu baru membaca niat wudhu,“NAWAITUL WUDLUU- A LIRAF TL HADATSIL ASH —GHARI FARDLAN LILLAAHI TAAALA”.

Artinya : “Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardlu karena Allah”.

  1. Setelah membasuh muka atau memncuci muka, terus mencuci kedua belah tangan hingga siku-siku tiga kali.
  2. Setelah mencuci kedua belah tangan, lalu menyapu sebagian rambut kepala tiga kali.
  3. Setelah menyapu sebagian rambut kepala, terus menyapu kedua belah telinga tiga kali.
  4. Nah, yang terakhir mencuci kedua belah kaki tiga kali, sampai mata kaki.

 

Doa Susudah Wudhu

Doa Susudah Wudhu
www.nu.or.id

Doa sesudah wudhu berikut dibawah ini.

أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhû wa rasûluhû, allâhummaj’alnî minat tawwâbîna waj’alnii minal mutathahhirîna.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci (shalih).” (Dari hadits riwayat Imam Muslim dan Imam at-Tirmidzi).

 

Sebab Sebab Bertayamum

Sebab Sebab Bertayamun
www.nu.or.id

Sebab sebab bertayamun apa yang telah dijelaskan oleh ulama fiqih, di antaranya yaitu oleh Syekh Mushthafa al-Khin dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzahib al-Imam al-Syafi‘i (Terbitan Darul Qalam, Cetakan IV, 1992, Jilid 1, hal. 94). Menurutnya, beberapa alasan dibolehkannya bertayamum.

  1. Ketiadaan air, baik itu secara kasat mata maupun secara syara, ketiadaan air secara kasat mata, contohnya, dalam keadaan bepergian dan benar-benar tidak ada air, sedangkan ketiadaan air secara syara‘ misalnya air yang ada hanya mencukupi untuk kebutuhan minum.
  2. Jauhnya air, yang keberadaannya diperkirakan di atas jarak setengah farsakh atau 2,5 kilometer, artinya, bila dimungkinkan ada air tetapi di atas jarak yang tlah dijelaskan diatas, maka diperbolehkan bertayamum mengingat beratnya perjalanan, terlebih ditempuh dengan berjalan kaki.
  3. Sulitnya menggunakan air, baik secara kasat mata maupun secara syara‘. Sulit secara kasat mata contohnya airnya dekat, tetapi tidak bisa dijangkau karena ada musuh, karena binatang buas, karena dipenjara, dan seterusnya, sementara sulit menggunakan air secara syara‘ misalnya karena khawatir akan datang penyakit, takut penyakitnya semakin kambuh, atau takut lama sembuhnya. Hal ini berdasarkan riwayat seorang sahabat yang meninggal setelah mandi, sedangkan kepalanya terluka. Kala itu, Rasulullah saw. bersabda, “Padahal, cukuplah dia bertayamum, membalut lukanya dengan kain, lalu mengusap kain tersebut dan membasuh bagian tubuh lainnya.” (H.R. Abu Dawud).
  4. Dengan kondisi yang dingin yang artinya, bilamenggunakan air, kita akan kedinginan karena tidak ada sesuatu yang dapat mengembalikan kehangatan tubuh, diriwayatkan bahwa ‘Amr ibn ‘Ash pernah bertayamum dari junubnya karena kedinginan.

Hal itu terus disampaikan kepada Rasulullah saw., dan beliau pun mengakui serta menetapkannya, sebagaimana apa yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud, tapi, dalam keadaan terakhir ini, terlebih bila ada air, seseorang diharuskan mengqadha sholatnya.

Secara ringkas dan jelas, sebab-sebab bertayamum juga dikemukakan Al-Ghazali dalam salah satu kitabnya yang berbunyi di bawah ini.

مَنْ تَعَذَّرَ عَلَيْهِ اسْتِعْمَالُ الْمَاءِ لفقده بعد الطلب أو بمانع لَهُ عَنِ الْوُصُولِ إِلَيْهِ مِنْ سَبُعٍ أَوْ حَابِسٍ أَوْ كَانَ الْمَاءُ الْحَاضِرُ يَحْتَاجُ إِلَيْهِ لِعَطَشِهِ أَوْ لِعَطَشِ رَفِيقِهِ أَوْ كَانَ مِلْكًا لِغَيْرِهِ وَلَمْ يَبِعْهُ إِلَّا بِأَكْثَرَ مِنْ ثَمَنِ الْمِثْلِ أَوْ كَانَ بِهِ جِرَاحَةٌ أَوْ مَرَضٌ وَخَافَ مِنَ اسْتِعْمَالِهِ فَسَادَ الْعُضْوِ أَوْ شِدَّةَ الضنا فَيَنْبَغِي أَنْ يَصْبِرَ حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ وَقْتُ الْفَرِيضَةِ

Artinya: Siapa saja yang kesulitan menggunakan air, baik karena ketiadaannya setelah berusaha mencari, maupun karena ada yang menghalangi, seperti takut hewan buas, sulit karena dipenjara, air yang ada hanya cukup untuk minim dirinya atau minum kawannya, air yang ada milik orang lain dan tidak dijual kecuali dengan harga yang lebih mahal dari harga sepadan (normal), atau karena luka, karena penyakit yang menyebabkan rusaknya anggota tubuh atau justru menambah rasa sakit akibat terkena air, maka hendaknya ia bersabar sampai masuk waktu fardhu. (Al-Ghazali, Ihyâ ‘Ulumiddin, Terbitan Darut Taqwa lit-Turats, Jilid 1, Tahun 2000, hal. 222)  

Selanjutnya, ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketika hendak bertayamum.

  1. Tayamum harus dilakukan setelah masuk waktu sholat.
  2. Bila  alasannya ketiadaan air, maka ketiadaan itu harus dibuktikan setelah melakukan pencarian dan pencarian itu dikerjakan setelah masuk waktu.
  3. Tanah yang dipergunakan untuk tayamun harus benar-benar bersih, lembut, dan berdebu, yang artinya, tidak basah, tidak bercampur kapur, batu, tepung dan kotoran lainnya.
  4. Tayamum hanya sebagai pengganti wudhu dan mandi besar, bukan pengganti menghilangkan najis, yuang artinya artinya, sebelum bertayamum, najis harus kita hilangkan terlebih dahulu.
  5. Tayamum hanya bisa dipergunakan untuk satu kali sholat fardhu, berbeda halnya bila usai sholat fardhu dilanjutkan dengan sholat sunat, sholat jenazah, atau membaca Al-Quran, maka dari itu rangkaian ibadah itu boleh dengan satu kali tayamum.
  6. Tayamum berbeda dengan wudhu, bila wudhu setidaknya ada enam rukun, maka tayamum hanya mempunyai empat rukun saja yang pertama : {1} niat dalam hati, {2} mengusap wajah, {3} mengusap kedua tangan, {4} tertib.  

 

Tata Cara Tayamum Dan Niatnya

Tata Cara Tayamun Dan Niatnya
parararam.com

Tata cara tayamun dan niatnya sebagai berikut.

  1. Siapkan tanah berdebu atau debu yang bersih.
  2. Dalam keadaan menghadap kiblat, lalu ucapkan basmalah terus letakkan kedua telapak tangan pada debu dengan posisi jari-jari tangan dirapatkan.
  3. setelah itu usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah disertai dengan mebaca niat dalam hati, dengan membaca niat berikut ini.

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى    

Artinya: Aku berniat tayamum agar diperbolehkan shalat karena Allah.

Berbeda dengan wudhu, dalam tayamum tidak disyaratkan untuk menyampaikan debu pada  bagian-bagian yang ada di bawah rambut atau bulu wajah, baik itu tipis ataupun yang tebal, yang dianjurkan ialah berusaha meratakan debu pada seluruh bagian wajah.

Dan itu cukup dengan satu kali menyentuh debu, sebab pada dasarnya lebar wajah tidak melebihi lebar dua telapak tangan, sehingga “meratakan debu” di sana cukup mengandalkan dugaan yang kuat (ghalibuzhan).

  1. Terus letakkan kembali telapak tangan pada debu, kali ini jari-jari direnggangkan dan jika menggunakan cincin harus dilepas dulu sementara saja.
  2. Terus tempelkan telapak tangan kiri pada punggung tangan kanan, sekiranya ujung-ujung jari dari salah satu tangan tidak melebihi ujung jari telunjuk dari tangan lainna.    
  3. Dari situ usapkan telapak tangan kiri ke punggung lengan kanan sampai ke bagian siku, terus, balikkan telapak tangan kiri tersebut ke bagian dalam lengan kanan, lalu, usapkan hingga ke bagian pergelangan.
  4. Sekarang, usapkan bagian dalam jempol kiri ke bagian punggung jempol kanan, selanjutnya, lakukan hal yang sama pada tangan kiri.
  5. Nah, yang terakhir, pertemukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan di antara jari-jarinya.
  6. Terus membaca doa sebagai berikut ini apa yang telah dianjurkan oleh sebagian ulama boleh membaca doa ini.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Artinya: Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.