Doa Setelah Sholat Dhuha, Keutamaan, Dzikir, Waktu Dan Niat

sholat tasbih

Sholat dhuha termasuk shalat sunnah yang terikat dengan waktu sehingga harus ditunaikan pada waktunya, yaitu waktu dhuha, namun tidak boleh dilakukan pada waktu terlarang, sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan 2 raka’at dan bisa juga dikerjakan maksimal 12 raka’at, yaitu dalam masing-masing dua raka’atnya diakhiri dengan satu ucapan.

Shalat Dhuha bisa dikerjakan saat matahari terbit yaitu sekitar pukul 07.00 WIB hingga sebelum masuk sholat Dzuhur atau kurang dari pukul 12.00 siang, jika Anda yang bingung ingin melakukan sholat dhuha sebaiknya dikerjakan pada pukul 08.00-11.00 saja.

Waktu Sholat Dhuha

doa setelah sholat dhuha

pasberita.com

Shalat dhuha termasuk shalat sunah yang terikat dengan waktu sehingga harus ditunaikan pada waktunya, yaitu waktu dhuha, namun, tidak boleh dikerjakan pada waktu terlarang.

Menurut Syekh Hasan bin ‘Ammar, salah satu ulama mazhab Hanafi, dalam kitab Maraqil Falah, (Cetakan 1, Terbitan Al-Maktabah Al-‘Ashriyah, 2005 M, halaman 149), dhuha itu sendiri adalah nama waktu yang diawali dengan naiknya matahari hingga sebelum tergelincir. Pandangan ini diperjelas oleh Syekh Muhammad bin Abdullah Al-Kharasyi Al-Maliki:

لِأَنَّ مِنْ طُلُوعِ الشَّمْسِ إلَى الزَّوَالِ لَهُ ثَلَاثَةُ أَسْمَاءٍ فَأَوَّلُهَا: ضَحْوَةٌ وَذَلِكَ عِنْدَ الشُّرُوقِ. وَثَانِيهَا: ضُحًى مَقْصُورٌ وَذَلِكَ إذَا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ. وَثَالِثُهَا: ضَحَاءٌ بِالْمَدِّ وَذَلِكَ إلَى الزَّوَالِ. وَالْمُرَادُ بِالْوَقْتِ الَّذِي يُنْسَبُ إلَيْهِ الصَّلَاةُ ارْتِفَاعُ الشَّمْسِ وَهُوَ مَقْصُورٌ

Artinya, “Sungguh, waktu antara terbit matahari hingga tergelincir terbagi tiga. Pertama, waktu dhahwah. Waktu itu terjadi pada saat terbit, Kedua, waktu dhuha yang dibatasi dengan naiknya matahari. Ketiga, waktu dhaha. Waktu itu (dimulai dari habis waktu dhuha) hingga tergelincir matahari. Dengan demikian, yang dimaksud waktu yang dinisbahkan pada shalat dhuha adalah waktu di mana naiknya matahari. Naiknya matahari itulah yang menjadi batasnya,” (Lihat Al-Kharasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, Beirut, Darul Fikr, jilid II, halaman 4).

Niat Sholat Dhuha

doa setelah sholat dhuha

mozaik.inilah.com

Niat sholat dhuha- Menurut madzhab Syafi’i dan Hambali mengucapkan niat sholat adalah hukumnya sunnah, karena mengucapkan niat sholat sebelum takbirotul ihram, agar kita bisa mengingatkan hati sehingga lebih mantap dan khusyu dalam melakukan sholat tersebut.

Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Hanafi, mengucap niat sholat dhuha sebelum mengangkat tangan dan takbirotul ihram tidak disyariatkan, kecuali untuk orang yang was-was (ragu-ragu dengan niatnya).

Kedua madzhab tersebut menyebutkan bahwa niat sholat dhuha cukup diucapkan di dalam hati saja, karena mengucap niat sholat dhuha merupakan khilaful aula (menyalahi keutamaan) dan bid’ah (tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Terlepas dari perbedaan tersebut, bacaan niat sholat dhuha pada umumnya ialah

Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat sholat dhuha sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Cara Melakukan Sholat Dhuha

doa setelah sholat dhuha

www.blogkhususdoa.com

Cara melakukan sholat dhuha- sholat dhuha dilakukan 2 raka’at dan maksimalnya adalah 12 raka’at, namun, Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha 4 raka’at, kadang delapan raka’at, tapi, beberapa ulama tidak membatasi, ada yang berbicara 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat, pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Cara melakukan sholat dhuha sebagai berikut.

  • Niat
  • Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Dzikir Setelah Sholat Dhuha

doa setelah sholat dhuha

islam-institute.com

Dzikir setelah sholat dhuha- adapun seseorang yang menyukai dzikir itu dibolehkan sesudah sholat atau sebelum sholat.

Subhanallah 33x
Alhamdulillah 33x
Allahu Akbar 33x

Seterusnya membaca

“Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in Qodir”

Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar “ (di-baca 33 kali), “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu “.

“Siapa yang mengucapkannya selesai shalat, Aku (Allah) ampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan”, (HR. Muslim 1/418 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Doa Sholat Dhuha

doa setelah sholat dhuha

ukhuwahislamiah.com

Doa sholat dhuha sebagai berikut di bawah ini.

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّـحَى ضُحَـاؤُكَ وَالْجـَمَالَ جَمَالُكَ وَالْبَـهَاءَ بَـهَاؤُكَ وَالْقُـدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْقُوَّةَ قُـوَّتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ وَالْمَغْفِـرَةَ مَغْفِـرَتُكَ أَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّـمَاءِ فَأَنْـزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي اْلأَرْضِ فَأَخْـرِجْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْمَاءِ وَالْبَحْـرِ فَأَطْـلِعْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيـْداً فَقَـرِّبْهُ وَإِنْ كَانَ آجِـلاً فَعَجِّـلْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَسَّـرًا فَيَسِّـرْهُ وَإِنْ كَانَ حَـرَامًا فَطَـهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ قَلِيْلاً فَكَـثِّرْهُ وَإِنْ كَانَ كَـثِيْرًا فَبَارِكْ لِي فِيْهِ وَأَوْصِلْهُ إِلَيَّ حَيْثُ كُنْتُ وَلاَ تَنْـقُلْنِي إِلَيْهِ حَيْثُ كَانَ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَجَمَالِكَ وَبـَهَائِكَ وَقـُدْرَتِكَ وَقُـوَّتِكَ أَللَّهُمَّ اجْعَلْ يَدِيَ الْعُلْيَا بِاْلإِعْطَاءِ وَلاَ تَجْعَلْهَا السُّـفْلَى بِاْلإِسْـتِعْطَاءِ أَللـَّهُمَّ آتِنِي مَاآتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْنَ .

(allaahumma innadh dhuhaa dhuhaa uka waljamaala jamaaluka walbahaa a bahaa uka walqudrata qudratuka walquwwata quwwatuka wal’ishmata ‘ishmatuka walmaghfirata maghfiratuka allaahumma inkaana rizqii fis samaa i fa anzilhu wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu wa inkaana filmaa i walbahri fa athli’hu wa inkaana ba’iidan faqarribhu wa inkaana aajilan fa’ajjilhu wain kaana mu’assaran fayassirhu wa inkaana haraaman fathahhirhu wa inkaana qaliilan fakatstsirhu wa in kaana katsiiran fabaariklii fiihi wa awshilhu ilayya haytsu kuntu walaa tanqulnii ilaihi haytsu kaana bihaqqi dhuhaa ika wajamaalika wabahaa ika waqudratika waquwwatika allaahummaj ‘al yadiyal ‘ulyaa bil i’thaa i walaa taj’alhas suflaa bil isti’ thaa i allaahumma aatinii maa aatayta ‘ibaadakash shaalihiin washallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhamadin wa aalihii washahbihi wasallam walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin).

Artinya : Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah milik engkau, keindahan adalah milik engkau, kemegahan adalah milik engkau, kekuasaan adalah milik engkau, kekuatan adalah milik engkau, pemeliharaan adalah milik engkau, dan ampunan adalah milik engkau.

“Ya Allah ya Tuhanku, apabila rizki saya berada di langit maka turunkanlah ia, apabila rizki saya berada di perut bumi maka keluarkanlah ia, apabila ia berada di dalam air atau di dalam laut maka keluarkanlah, apabila ia berada di tempat yang jauh maka dekatkanlah ia, apabila ia datangnya lambat maka percepatlah, apabila sulit diperolehnya maka mudahkanlah, apabila ia rizki yang haram maka sucikanlah”.

“Apabila ia sedikit maka perbanyaklah, apabila ia banyak maka berkahilah untuk saya dan sampaikanlah ia kepada saya di mana saya berada, janganlah Engkau bawa saya kepadanya di mana ia berada dengan kecerahan-Mu, dengan keindahan-Mu, dengan kemegahan-Mu, dengan kekuasaan-Mu, dan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah ya Tuhanku”.

“Jadikanlah tangan saya ini sebagai tangan yang di atas dengan memberi dan janganlah engkau menjadikannya sebagai tangan yang di bawah dengan meminta. Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah kepada saya apa-apa yang telah Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang saleh. Sampaikanlah shalawat dan salam sejahtera kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabatnya, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.

Keutamaan Sholat Dhuha

doa setelah sholat dhuha

www.kabarmakkah.com

Keutamaan sholat dhuha memiliki keistimewaan yang luar biasa seperti apa yang dijelaskan di bawah ini.

  • Pahalanya Seperti Bersedekah

Mengerjakan sholat dhuha mempunyai nilai yang sama seperti nilai amalan seperti keutamaan sedekah, Sedekah yang dimaksud ialah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh kita terlebih bila kita ikhlas melakukannya ( baca ciri-ciri orang yang tidak ikhlas dalam beribadah) orang islam yang melaksanakan sholat dhuha akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak persendian itu, sebagaimana hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :

“Disetiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah ) adalah sedekah,s etiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu”

  • Dicukupi Kebutuhannya

Sholat dhuha adalah sholat yang dikerjakan untuk memohon rizki kepada Allah SWT, hal tersebut ditunjukan oleh ketentuan waktu pelaksanaan dan tersirat dalam do’a yang dibaca setelah sholat dhuha.

  • Meraih Ghanimah Atau Keuntungan Yang Lebih Cepat

Orang yang dengan tekun melakukan sholat dhuha akan memperoleh ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT, hal ini terjadi di zaman Rasullullah dimana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang mengerjakan sholat dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka lalu kembali lagi dengan cepat ke tempat asalnya dengan membawa ghanimah (rampasan perang) yang banyak dan tentunya dengan kemenangan.

  • Diganjar Dengan Rumah Di Surga

Orang yang selalu meluangkan waktunya untuk sholat dhuha akan dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat, hal ini menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda.

“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah).

  • Mendapat Pahala Haji Dan Umrah

Orang yang mengerjakan sholat dhuha dengan tekun akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna Dari Anas ra berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan sholat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia sholat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”.

  • Menggugurkan Dosa

Sholat dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin mengerjakan ibadah sholat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan, berikut hadist yang memperkuat hal ini, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi).

  • Dibuatkan Pintu Khusus Di Surga

Keutamaan lain yang dijanjikan Allah untuk orang yang tekun mengerjakan shalat dhuha ialah bahwa dia akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak nanti, yaitu pintu yang dinamakan pintu dhuha,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.