Istilah Pancasila Dan Sejarah Singkat Perumusannya

Istilah Pancasila Dan Sejarah Singkat Perumusannya

Istilah Pancasila– sejak mengenyam pendidikan di sekolah. Anda tentu dikenalkan dengan Pancasila. Apa yang Anda ketahui tentang Pancasila? Pancasila berisi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dijadikan dasar dan ideologi negara Indonesia.

Pancasila lahir dari pengalaman dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila tidak muncul begitu saja, tetapi Pancasila lahir melalui proses panjang dan menjadi bagian sejarah bangsa Indonesia.

Istilah Pancasila

istilah pancasila
http://irman-edi.blogspot.com

Istilah pancasila terdapat dalam ajaran Buddha yang bersumber pada kitab suci, Tripitaka dan Vinayapitaka. Ajaran dalam kitab tersebut berisi tentang ajaran moral untuk mencapai surga.

Ajaran Pancasila menurut Buddha ini adalah lima aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganutnya, selain itu istilah pancasila terdapat dalam kitab Sutasoma karya Mpu Tantular.

Dalam kitab ini terdapat istilah “Pancasila Krama” yaitu lima dasar prilaku atau perintah kesusilaan. istilah pancasila juga terdapat dalam kitab Nagarakertagama karya Mpu Prapanca.

Dalam kitab ini terdapat ketentuan bagi para raja yang berbunyi “Yatnaggegwani Pancasyiila kertasangkarbhisekaka krama” yang artinya “raja menjalankan dengan setia dengan kelima pantangan begitu pula upacara-upacara ibadat dan pengobatan”.

Lahirnya pancasila menjadi momentum berharga dan tidak terlupakan bagi bangsa Indonesia. Pancasila menjadi dasar negara juga tidak terlepas dari peran para tokoh pejuang bangsa.

Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa sehingga sering disebut sebagai “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia.

Mengapa sering disebut sebagai “Perjanjian Luhur?” Pancasila hasil pemikiran para pejuang bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur yang dimiliki bangsa Indonesia.

Pancasila Dan Sejarah Singkat Perumusannya

Pancasila Dan Sejarah Singkat Perumusannya
http://sosiologis.com

Secara etimologis, Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta. Pancasila mengandung dua arti, Panca yang berarti lima dan Syila dengan huruf “i” biasa berarti batu sendi, dasar, atas atau asas. Adapaun syila dengan pengucapan i panjang (syi:la) berarti peraturan tingkah laku yang baik.

Dengan demikian Pancasila dengan huruf “i” biasa berarti berbatu sendi yang berjumlah lima, sedangkan Pancasyila dengan memanjangkan ucapan syi:la bererti lima tingkah laku utama, atau pelaksanaan lima kesusilaan.

Sejarah Singkat Perumusan Pancasila

Sejarah Singkat Perumusan Pancasila
hai.grid.id

Perumusan pancasila diawali dengan dibentuknya sebuah badan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang dikenal dengan sebutan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI/Dokuritsu Zunbi Coosakai). BPUPKI dibentuk  pada tanggal 29 April 1945 oleh kepala pemerintahan Jepang untuk Jawa yaitu Gunseikan.

Dalam pelaksanaan tugasnya, BPUPKI mengadakan dua kali sidang sebagai berikut.

  1. Sidang pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1994 sampai dengan 1 Juni 1994. Sidang pertama BPUPKI membahas tentang rumusan dasar negara Indonesia. Dalam prosos perumusan tersebut terdapat beberapa rumusan dasar negara yang diajukan oleh Mr. Muhammad Yamin, Mr. Soeporno, dan Ir. Soekarno, sampai berakhirnya sidang I BPUPKI belum mencapai kesepakatan tentang rumusan dasar negara. Oleh karena itu, dibentuklah panitia kecil beranggotakan delapan orang yang diketua oleh Ir. Soekarno. Panitia kecil tersebut bertugas menampung dan membahas rumusan dasar negara pada sidang I BPUPKI. Pada tanggal 22 Juni 1945 panitia kecil mengadakan penemuan dengan 38 anggota BPUPKI. Dalam pertemuan tersebut, dibentuk lagi panitia beranggotakan lima orang sehingga disebut panitia sembilan. Ketua Panitia Sembilan adalah Ir. Soekarno dengan anggotanya Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Mr. Ahmad Soebardjo, Mr.A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakkir, Wachid Hasjim, H. Agus Salim, dan Abikusno Tjokroejoso. Panitia Sembilan bertugas penyusun rancangan pembukaan undang-undang dasar. Rumusan dasar negara yang dihasilkan Panitia Sembilan oleh Mr. Muhammad Yamin disebut “Piagam Jakarta”.
  2. Sidang kedua BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 10-16 Juli 1945. Pada tanggal 10 Juli 1945 dibentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar tersebut mengadakan rapat pada tanggal 11 Juli 1945, dalam rapat tersebut anggota sidang menyetujui preambule undang undang dasar diambil dari Piagam Jakarta. Panitia tersebut kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar yang diketua oleh Mr. Soepomo. Persidangan BPUPKI dilanjutkan pada tanggal 14 Juli 1945. Agenda dalam sidang tersebut adalah menerima laporan Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Ir. Soekarno selaku panitia kemudian melaporkan hasil kerjanya seperti berikut.
  • Pernyataan Indonesia merdeka
  • Pembukaan undang-undang dasar
  • Undang-undang dasar (batang tubuh)

Pada tanggal 16 Juli 1945 rancangan undang-undang dasar akhirnya diterima secara bulat oleh seluruh anggota sidang.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.