Teori Terjadinya Jagat Raya

Jagat raya adalah ruang yang maha luas tempat benda-benda langit berada, termasuk bumi yang merupakan tempat manusia hidup. dijagat raya inilah bermilyar bintang, planet-planet beredar, bulan, dan komet melakukan gerak rutinnya serta meteor-meteor yang melintas setiap saat.

Disamping itu, jaga raya juga dihuni oleh benda-benda angkasa lain seperti debu, kabut, dan gas.

A. Teori Terjadinya Jagat Raya

1. Teori ledakan besar (the big bang theory)

Teori big bang didasarkan pada asumsi bahwa alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan dahsyat dan mengembang. semua galaksi yang ada dialam semesta akan memuai dan menjauhi pusat ledakan.

George Gamaw (fisikawan) mengkaji model asal alam semesta ini dan menghitung ledakan yang menghasilkan sejumlah besar letupan foton-foton. ia memprediksi foto-foton inu, tergeser merah oleh ekspansi alam semesta yang diamati sekarang sebagai foto-foton gelombang radio dan temperatur 3 K merupakan penjelasan yang baik sebagai radiasi latar (background radiation) yang ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson di Amerika tahun 1965.

Radiasi latar gelombang mikro ininjuga diukur oleh para ilmuwan lain dan memperoleh 2,9K yaitu ( temperatur terrendah yang mungkin mengakibatkan radiasi termal suatu benda). fakta menunjukan bahwa alam semesta mengembang pada kecepatan yang meningkat dengan jarak.

karena cahaya galaksi yang lebih jauh tergeser merah lebih besar, maka ia terlihat pada bumi kurang energik daripada jika ia tidak tergeser merah (foton merah lebih energik daripada foton biru).

2. Teori Keadaan Tetap ( The Steady State Theory)

Teori ini dikemukakan oleh H.Bondi, T. Gold, dan F.Hoyle dari Univeritas Cambridge pada tahun 1948. menurut teori ini, alam semesta tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. alam semesta selalu terlihat tetap seperti sekarang.

Materi secara terus menerus datang berbentuk atom-atom hidrogen dalam angkasa yang membentuk galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya.

B. Galaksi 

Galileo dengan teleskopnya menemukan bahwa pita cahaya difusi yang disebut kabut susu(the milky way) terdiri dari sejumlah bintang-bintang yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa (unaided eye). kumpulan sejumlah bintang besa,bintang dalam kesatuan akibat gravitasi mutual disebut galaksi.

benda langit yang memancarkan cahaya sendiri disebut bintang. matahari adalah sebuah bintang yang termasuk dalam galaksi bimasakti atau galaksi kabut susu (the milky way galaxy).

Galaksi bimasakti berisi sekitar 100 milyar bintang, adalah salah satu sistem kumpulan bintang yang sekarang dikenal sebagai tipe utama stuktur alam semesta (universe) seorang poiner astronomi modern dari Belanda, Jacobus Kpatyen (1851-1922) pada abad ke-20, berusaha menghitung jumlah bintang persatuan volume (the star density) sebagai fungsi jarak dari matahari.

Dari model alam semesta Kaptyen, diperoleh densitas bintang (jumlah bintang persatuan volume) turun menjadi setengah dari nilai disekitar matahari pada jarak 800 parsek dan turun menjadi ⅙ nya pada jarak 3500 parsek dalam bidang galaksi bimasakti (1 parsek = 3,1 x 10 cm = 3,1 x 10km).

Macam Macam Galaksi 

macam macam galaksi
https://www.infokekinian.com
  1. Galaksi spiral (Spiral Galaxis), sekitar 80% dari galaksi yang sudah kita kenal adalah berbentuk spiral. galaksi ini merupakan galaksi yang berstruktur paling sempurna yang terdiri dari tiga bagian, yaitu titik pusat, lingkaran bintang, dan tumpuk bintang yang selalu berputar mengelilingi titik pusat secara ekuatorial.
  2. Galaksi elips (Eliptical Galaxis), galaksi ini meliputi 17% dari semua galaksi dan terlihat seperti bola lonjong besar yang bersinar.
  3. Galaksi Tak Beraturan (Irregukar Galaxis) galaksi ini terlihat seperti gumpalan kabut atau onggokan yang tidak beraturan contoh nya adalah galaksi magellan yang terdiri dari magellan besar dan megellan kecil.

C. Bintang

Bintang adalah benda angkasa yang mempunyai cahaya sendiri dan terdiri atas gas pijar. kekuatan cahya bintang ditentukan berdasarkan magnitudo (tingkat terang). makin kecil magnitudo suatu bintang, makin terang cahaya bintang itu.

D. Satuan Jarak Di Jagat Raya 

Untuk mengetahui jarak antara benda-benda angkasa yang terdapat dijagat raya digunakan satuan-satuan ukuran jarak

  1. Satuan Astronomi (SA) atau Astronomical unit (AU). Satu satuan astronomi adalah satu kali jarak bumi – matahari ( kuranglebih 150 juta km). satuan ukuran itu digunakan untuk menentukan jarak benda-benda disekitar tata surya.
  2. Satuan Kecepatan Cahaya, dalam tiap-tiap satu detik, cahaya dapat merambat dengan kecepatan 300.000km. jarak bumi ke Bulan 380.000km, sama dengan 1,26detik cahaya. jarak bumi- matahari = 8,3 menit cahaya. jarak bintang Alfa centauri ke matahari =4,3tahun atau 4,3 x 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000km. jarak galaksi cloud ke galaksi bimasakti = 150.000 tahun cahaya (tc) atau 150.000 x 365 x 24 x 60 x 60 300.000km.
  3. Persec, persec adalah satuan ukuran jarak yang lebih besar. paralaks bintang yang besarnya 1 detik busur (1/ 3.600 derajat), disebut persec. paralaks yang terdekat dengan bumi ialah alfa centauri = 0,76 detik busur atau sama dengan 4,3 tahun cahaya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.