Penting! Inilah 12 Indikator Keluarga Sehat Yang Harus Kamu Tahu

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh setiap tanggal 29 Juni dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Keluarga diharapkan dapat menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara, memantapkan, dan mengarahkan kekuatan sebagai perisai dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Tidak hanya itu, Hari Keluarga Nasional (Harganas) juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan 8 fungsi keluarga yang terdiri dari agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial dan budaya, serta lingkungan.

12 Indikator Keluarga Sehat

Baiklah tak usah nunggu lama lagi berikut 12 indikator keluarga sehat.

1. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan

Indikator keluarga sehat yang dikatakan berhasil adalah ketika seluruh ibu dapat melakukan persalinan yang dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, baik di puskesmas ataupun rumah sakit. Tujuannya untuk menjaga proses persalinan dan mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

2. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)

Program Keluarga Berencana (KB) menjadi salah satu program pemerintah untuk menekan angka kelahiran di Indonesia dengan membatasi 2 anak dalam satu keluarga dan untuk mengatur jarak kelahiran satu anak dengan anak selanjutnya. Program KB sendiri juga menjadi indikator dari keluarga sehat.

3. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif

Indikator keluarga sehat yang keempat adalah ketika bayi mendapat ASI eksklusif selama minimal 6 bulan. Hal ini sangat disarankan terutama ketika seorang ibu tidak memiliki kendala dalam pemberian ASI eksklusif. Tetapi jika memang ibu mengalami kesulitan, pemberian susu formula diperbolehkan. Baca juga: Manfaat ASI Bagi Ibu dan Bayi

4. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

Imunisasi merupakan pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit agar tubuh tahan terhadap penyakit tertentu. Imunisasi dasar lengkap untuk bayi juga menjadi salah satu indikator keluarga sehat. Jenis imunisasi yang termasuk imunisasi dasar adalah imunisasi hepatitis B, polio, BCG, DPT, dan campak. Baca juga: Daftar Imunisasi Dasar Lengkap.

5. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar

Setelah indikator sebelumnya berhubungan dengan ibu dan anak, indikator keenam berfokus pada pengendalian penyakit menular dan tidak menular, salah satunya terhadap penyakit tuberkulosis paru.

Penyakit ini membutuhkan perawatan intensif di mana konsumsi obat harus konsisten selama waktu tertentu. Selain itu, peran keluarga diperlukan untuk kesembuhan penderita serta untuk mencegah terjadinya penyakit ini menular kepada anggota keluarga yang lain.

6. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan

Penting bagi para orang tua untuk memperhatikan pertumbuhan anak sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik dan apabila ada kendala dalam masa pertumbuhan anak, orang tua dapat menanganinya dengan cepat. Salah satu hal yang perlu dilakukan para orang tua adalah memeriksakan anak ke dokter secara rutin.

7. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan

Indikator keluarga sehat lainnya adalah penerimaan anggota keluarga untuk merawat, membantu pengobatan, serta tidak menelantarkan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Karena yang dibutuhkan oleh penderita gangguan jiwa terutamanya adalah dukungan dari keluarga dan orang terdekat.

8. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah akibat penyempitan pembuluh darah atau terjadinya peningkatkan volume darah. Jika dibiarkan, penyakit hipertensi dapat menyebabkan komplikasi dan memicu penyakit kronis lainnya.

Pengobatan hipertensi sendiri harus dilakukan secara teratur dan ditambah dengan aktivitas fisik serta penerapan gaya hidup sehat. Baca juga: Gejala, Penyebab, dan Obat Hipertensi.

9. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) merupakan salah satu program yang disiapkan pemerintah melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan diharapkan seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

Karena berdasarkan salah satu survei yang Honestdocs lakukan, sebanyak 81 persen masyarakat Indonesia belum memiliki asuransi kesehatan ataupun terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Baca juga: Perilaku Pembayaran Biaya Kesehatan di Indonesia.

10. Anggota keluarga tidak ada yang merokok

Perilaku sehat, seperti tidak merokok menjadi salah satu indikator keluarga sehat yang diharapkan pemerintah. Hal ini tidak hanya berlaku bagi anak-anak saja, tetapi diharapkan para orang tua dapat memberikan contoh kepada anak-anak untuk tidak merokok.

Karena bahaya rokok tidak hanya dirasakan oleh mereka yang merokok (perokok aktif) tetapi juga oleh orang di sekitarnya (perokok pasif). Baca juga: Bahaya Merokok Dekat Anak.

11. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Tidak hanya sarana air bersih untuk konsumsi, keluarga juga harus mengetahui pentingnya penggunaan jamban yang sehat dan bersih sebagai salah satu indikator keluarga sehat. Karena faktor lingkungan yang buruk juga dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit.

12. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih

Salah satu dari 12 indikator keluarga sehat adalah setiap keluarga harus memiliki akses sarana air bersih, baik untuk memasak, mandi, ataupun untuk minum. Karena di Indonesia sendiri masih banyak daerah yang masih kesulitan dalam mengakses sarana air bersih.