Sejarah Kerajaan Demak-Peninggalan Dan Silsilah Nya-Lengkap

Sebelum menjadi Kerajaan Demak awalnya adalah yaitu sebuah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan dari Kerajaan majapahit, ketika Kerajaan Majapahit lengser Demak kemudian mulai memisahkan diri dari Ibu Kota di Bintoro, kerajaan Demak merupakan kerajaan islam pertama yang ada di Pulau Jawa.

Yang mendirikan kerajaan demak adalah Raden Patah, kerajaan demak mempunyai lokasi yang sangat strategis karena negeri tersebut sangat dekat dengan pelabuhan bergota dari kerajaan Mataram Kuno dan Jepara, kedua tempat inilah yang telah membuat Demak menjadi kerajaan dengan pengaruh sangat besar di Nusantara.

Kerajaan Demak didirikan oleh raden Patah asal yang masih keturunan dari Majapahit dengan seorang putri dari Campa, daerah kekuasaan dari Kerajaan Demak menyeluruhi Banjar, Palembang dan Maluku juga bagian utara pada pantai Pulau Jawa, sesudah berkuasa, kemudia Sultan Trenggana terus melanjutkan usaha dalam menahan pengaruh dari Portugis yang sedang berusaha untuk menjalin hubungan kerjasama bersama kerajaan Sunda atau Pajajaran.

Diwaktu itu Raja Samiam yang berasal dari kerajaan sunda sudah mendapatkan izin dari kantor dagangnya di sunda Kelapa, sebab karena itu, Sultan Trenggana akhirnya mengutus Fatahillah atau Faletehan agar bisa mencegah biar Portugis tidak bisa menguasai wilayah Sunda Kelapa dan Banten, Sunda Kelapa merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan sunda, pada waktu itu, Portugis membangun benteng yang ada di sunda Kelapa, tapi kerajaan Demak tak senang dengan adanya keberadaan orang-orang Portugis tersebut.

Akhirnya Fatahillah  berhasil dapat mengalahkan Portugis, banten dan Cirebon akhirnya dapat dikuasai oleh Fatahillah bersama pasukannya, Karena usaha nya yang dapat membawakan hasil lalu sunda kelapa berganti nama menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527, dengan hal tersebut akhir nya Sultan Trenggana menjadi raja yang subur di Demak.

RAJA-RAJA KERAJAAN DEMAK

kerajaan demak

www.slideshare.net

Raja-raja kerajaan Demak- kerajaan islam di pulau jawa adalah Demak, kerajaan ini lahir pada akhir abad ke-15, yang terletak di daerah Bintoro dekat dengan muara sungai Demak, pusar kerajaannya terletak antara pelabuhan Bergota dan Jepara, wilayah nya besar hanya sekitar Demak dan merupakan bagian wilayah Majapahit, kemudian memisahkan diri dari Majapahit dan berdiri menjadi Kerajaan Demak.

Raden Patah adalah salah seorang murid Sunan Ampel di Jawa Timur, setelah masuk Islam dan dibantu oleh para wali, Raden Patah berhasil menanamkan pengaruhnya di Majapahit, Setelah itu, demak semakin maju.

Berikut adalah nama-nama raja kerajaan demak:

1. Raden Patah

kerajaan demak

commons.wikimedia.org

Raden Patah adalah pendiri kerajaan demak dan raja pertama di Demak, pada masa pemerintahan raden patah, mengalami perkembangan yang begitu pesat, para walipun segan untuk membantu kemajuan kerajaan demak, kerajaan demak diperluas hingga meliputi Jepara, Pati, Rembang, Semarang, kepulauan di selat Karimata dan beberapa daerah di Kalimantan, kerajaan ini menguasai beberapa pelabuhan penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan dan Gresik.

Tugas dalam penyebaran agama Islam sangatlah besar, dan dibantu oleh para wali, demak menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah Nusantara bagian timur, seiring berjalan nya waktu kemudian para wali mendirikan masjid di demak dan masjid itu dinamakan Masjid Agung Demak.

Para wali mempunyai murid tidak pada hanya orang jawa saja, di antara murid para wali ada yang berasal dari daerah Banjarmasin, Makasar, Ternate dan Ambon, di daerah-daerah kekuasaan Demak seperti wilayah pesisir utara Jawa, sebagian Sumatera dan sebagian wilayah Kalimantan penyebaran agama islam sudah luas.

Cara dakwah Sunan Kalijaga dikenal dengan menggunakan seni wayang kulit, Sunan Kalijaga menyadari bahwa cerita wayang berasal dari Hindu India, tetapi beliau mampu menyesuaikan dan memasukkan ajaran Islam di dalamnya, dengan cara ini ajaran Sunan Kalijaga dapat diterima masyarakat luas, dan seiring berjalan nya waktu Raden Patah wafat pada tahun 1518 M, kemudian digantikan oleh putra Mahkotanya yaitu Raden Pati Unus.

2. Pati Unus

kerajaan demak

nusantara.news

Pati unus berkuasa di tahun 1518 M sampai tahun 1521 M, karena jasanya memimpin armada Demak dalam penyerangan ke Malaka, Pati Unus mendapatkan sebutan “Pangeran Sabrang Lor”. Pemerintahan Pangeran Sabrang Lor tidak berlangsung lama, karena setelah 3 tahun memerintah beliau sakit dan wafat pada tahun 1521 M, Pati Unus meninggal tanpa menurunkan anak, sebagai penggantinya adalah adiknya yang bernama Raden Trenggono yang kemudian bergelar Sultan Trenggono.

3. Sultan Trenggono

kerajaan demak

sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.co.id

Sultan Trenggono adalah adik Pati Unus dan putra ketiga dari Raden Patah, di bawah pemerintahan beliu wilayah Demak semakin luas, di tahun 1522, armada laut Demak di bawah pimpinan Fatahillah mengatur siasat untuk penyerangan dan dimulai dari Banten, Sunda Kelapa, kemudian ke Cirebon, ketiga daerah ini semula berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran, pada saat itu juga Portugis bekerja sama dengan Pajajaran untuk menguasai Sunda Kelapa.

Pada tahun 1527 M, Demak berhasil merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis, dalam pertempuran ini, Portugis mengalami kekalahan, Fatahillah menggantikan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, saat pemindahan nama ini ditetapkan sebagai berdirinya kota DKI Jakarta.

Berkat pencapaian tersebut Demak memperluas wilayahnya ke barat, Sultan Trenggono merencanakan perluasan wilayahnya ke timur, tujuan utamanya adalah Pasuruan Jawa Timur, namun Sultan Trenggono kali ini gagal dalam siasat nya lalu beliau wafat pada tahun 1546 M.

PENINGGALAN KERAJAAN DEMAK

Peninggalan Kerajaan Demak- tentu setiap sejarah pasti memiliki peninggalan tertentu entah itu adalah dalam hal bentuk benda atau dan lain sebagai nya.

Berikut adalah 8 peninggalan kerajaan demak:

1. Masjid Agung Demak

kerajaan demak

infobudayaindonesia.com

Masjid Agung Demak adalah salah satu Kerajaan Demak yang paling dikenal Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh hingga saat ini meski sudah mengalami beberapa renovasi, bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi pusat pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa.

2. Pintu Bledek

kerajaan demak

sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.co.id

Pintu Bledek dalam bahasa Indonesia yang artinya Bledek berarti petir, oleh karena itu, pintu bledek bisa diartikan sebagai pintu petir, pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak, berdasarkan cerita yang tersebar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain karena Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi digunakan sebagai pintu masjid, pintu bledek dimuseumkan karena sudah mulai lapuk dan tua, sekarangmenjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

3. Soko Tatal Dan Soko Guru

kerajaan demak

sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.co.id

Soko Guru adalah tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak, ada 4 buah soko guru yang digunakan masjid ini dan berdasarkan cerita semua soko guru tersebut dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, sang Sunan mendapat tugas untuk membuat semua tiang tersebut sendiri, hanya saja saat ia baru membuat 3 buah tiang setelah masjid siap berdiri, Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa lalu menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

4. Situs Kolam Wudhu

kerajaan demak

sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.co.id

Situs kolam wudlu dibuat seiring berdirinya bangunan Masjid Demak, situs ini dahulunya digunakan sebagai tempat berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melaksanakan sholat, tapi saat ini situs tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah saja.

5. Bedug Dan Kentongan

kerajaan demak

sejarahkerajaandemaklengkap.blogspot.co.id

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan, kedua alat ini digunakan pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid agar segera datang melaksanakan sholat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan, Kentongan berbentuk menyerupai tapal kuda memiliki filosofi bahwa jika kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera datang untuk melaksanakan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

6. Dampar Kencana

kerajaan demak

www.magz.restubpr.com

Dampar kencana adalah singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak, peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini hingga kini masih terawat rapi di dalam tempat penyimpanannya di Masjid Demak.

7. Maksurah

kerajaan demak

pintasilmu.com

Maksurah adalah dinding berukir kaligrafi tulisan Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak, maksurah tersebut dibuat sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada saat Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak, akan halnya tulisan dalam kaligrafi tersebut bermakna tentang ke-Esa-an Allah.

8. Piring Campa

kerajaan demak

coretantakberujung.blogspot.co.id

Piring Camapa adalah piring pemberian seorang putri dari Campa yang tak lain adalah ibu dari Raden Patah, piring ini jumlahnya ada 65 buah, bebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di tempat imam.

KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN DEMAK

kerajaan demak

helmiairan.wordpress.com

Kehidupan politik kerajaan demak dimulai dari pendirinya yakni Raden Patah yang di bantu oleh para wali, dengan gelarnya Senapati Jumbung Ngabdurrahman Panembahan Sayidin Panatagama Kerajaan Demak diperintahnya, sistem Kerajaan Demak Kesultanan atau Kerajaan yang menganut agama Islam, sesudah wafat Raden Patah digantikan oleh Pati Unus, Pati Unus sendiri dulunya adalah panglima armada laut Kerajaan Demak.

Dengan berani beliau menyerang Portugis yang berada di Malaka, namun gagal beliau mendapat julukan Pangeran Sebrang Lor karena terkenal dengan keberaniannya, Pati Unus yang wafat kemudian digantikan oleh adiknya bernama Sultan Trenggana, pada saat di bawah pemerintahan Sultan Trenggana Kerajaan Demak mengalami masa kejayaan.

SILSILAH KERAJAAN DEMAK

kerajaan demak

waskita-adijarto.blogspot.co.id

Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah, Raden Patah memiliki lima orang anak yaitu Pati Unus, Pangeran Sekar Seda Lepen, Sultan Trenggana, Raden Kanduwuran dan Raden Pamekas, dari kelima orang anaknya yang pernah menjabat sebagai raja adalah Pati Unus, Pangeran Sekar Seda Lepen dan Sultan Trenggana.

Namun yang paling mempunyai jejak adalah pemerintahan Raden Patah sebagai pendiri dan kedua anaknya, kedua anaknya itu adalah Pati Unus dan Sultan Trenggana, ketika berada di tangan Pangeran Sekar Seda Lepen hanya bertahan sejenak karena anak Sultan Trenggana membunuhnya.

Sultan Trenggana memiliki anak bernama Sultan Prawoto, akan tetapi kemudian Sultan Prawoto dibunuh oleh Arya Penangsang anak dari Pangeran Sekar Seda Lepen, Tak selang berapa lama ia juga dibunuh oleh Sutawijaya anak angkat Jaka Tingkir.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.