7 Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia Dan Penjelasannya

kerajaan islam di inonesia

Kerajaan islam di Indonesia- ok kali ini kami akan membahas tentang 7 kerajaan islam tertua di Indonesia yang sangat menarik untuk kamu ketahui, bagaimana kah cerita selanjutnya? berikut dibawah.

Kerajaan Perlak (840-1292 M)

kerajaan islam di indonesia

histori.id

Kerajaan Perlak berdiri tahun 840 sampai 1292 Masehi dan raja pertama kerajaan ini adalah, Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah, kerajaan ini terletak di daerah Aceh Timur dan kerajaan islam pertama yang berada Indonesia, menurut catatan sejarah konon sebelum berdiri kerajaan perlak ini sudah ada Negeri Perlak dahulu.

Kemudian pada tahun 840 Masehi, datang seorang gerombolan sekitar 100 orang yang dipimpin oleh Nakhoda Khalifah, rombongan tersebut memiliki misi yaitu dimana misi nya untuk berdakwah di Negeri Perlak sekaligus menyebarkan agama islam yang mana dulunya daerah ini bukan agama islam.

Kerajaan Ternate (1257-1950 M)

kerajaan islam di indonesia

buihkata.blogspot.com

Kerajaan ternate- masuknya Islam ke Maluku ketika pada masa kemajuan perdagangan yaitu pada abad ke-15, para pedagang dan ulama dari Malaka dan Jawa kemudian menyebarkan Islam ke daerah situ, dari sini muncul beberapa kerajaan Islam di Maluku yang disebut Maluku Kie Raha (Maluku Empat Raja) yaitu KesultananTernate yang dipimpin Sultan Zainal Abidin (1486-1500).

Kesultanan Tidore yang dipimpin oleh Sultan Mansur, Kesultanan Jailolo yang dipimpin oleh Sultan Sarajati, dan Kesultanan Bacanyang dipimpin oleh Sultan Kaicil Buko, pada masa kesultanan itu berkuasa,masyarakat muslim di Maluku sudah menyebar sampai ke Banda, Hitu, Haruku, Makyan, danHalmahera.

Kemunduran Kerajaan Ternate disebabkan karena diadu domba dengan Kerajaan Tidore yang dilakukan oleh bangsa asing ( Portugis dan Spanyol ) yang bertujuan untuk memonopoli daerah penghasil rempah-rempah tersebut, setelah Sultan Ternate dan Sultan Tidore sadar bahwa mereka telah diadu domba oleh Portugis dan Spanyol,

Mereka kemudian bersatu dan berhasil mengusir Portugis dan Spanyol ke luar Kepulauan Maluku. Namun kemenangan tersebut tidak bertahan lama sebab VOC yang dibentuk Belanda untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku berhasil menaklukkan Ternate dengan strategi dan tata kerja yang teratur, rapi dan terkontrol dalam bentuk organisasi yang kuat.

Kerajaan Samudra Pasai (1267-1521 M)

kerajaan islam di inonesia

www.vizitrip.com

Kerajaan samudra pasai merupakan kerajaan islam yang terletak di pesisir pantai utara sumatra, sekitar kota Lhokseumawe, aceh utara provinsi aceh. Kerajaan samudra pasai Didirikan oleh Meurah Silu, yang bergelar sultan malik as-Saleh, sekitar pada tahun 1267.

Keberadaan kerajaan samudra pasai tercantum dalam kitab rihlah ila l-masyriq karya abu abdullah ibn batuthah ( 1304-1368 ), musafir marco yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345.

Beberapa sejarahwan juga memulai penelusuran keberadaan kerajaan samudra pasai bersumberkan dari hikayat raja-raja pasai dan ini dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan koin berbahan emas dan perak dengan tertera nama rajanya.

Setelah  pemertintahan sultan malik as-saleh kemudian dilanjutkan oleh putranya sultan muhammad malik az-zahir dari perkawinan dengan putri raja perlak.

Pada masa pemerintahan sultan muhammad az-zahir, koin emas sebagai mata uang telah diperkenalkan di kerajaan, siring dengan berkembangnya kerajaan samudera paai menjadi salahh satu kawasaan perdagangan sekaligus tempat pengembangan dakwah dan islam

Sekitar taun 1326  Sultan Muhammad Malik az-Zahir meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya sulta Mamud malik az-zahir dan memerintah sampai tahun 1345. Pada masa pemerintahannya, ia didukung oleh ibn batutah.

Kemudian menceritakan bahwa sultan Mahmud malik az-zahir di negri Samatrah ( Samudra ) menyambutnya dengan penuh kemarahan, dan penduduknya  menganut mazhab syafi’i.

Kerajaan Pagaruyung (1347-1825 M)

kerajaan islam di indonesia

www.kabanews.com

Kerajaan Pagaruyung adalah sebuah Kerajaan Melayu yang pernah berdiri, meliputi provinsi Sumatra Barat sekarang, nama kerajaan ini dirujuk dari Tambo yang ada pada masyarakat Minangkabau, yaitu nama sebuah nagari yang bernama Pagaruyung.

Kerajaan ini pernah dipimpin oleh Adityawarman sejak tahun 1347, sekitar tahun 1600-an, kerajaan ini menjadi Kesultanan Islam. kemudian runtuh pada masa Perang Padri.

Munculnya nama Pagaruyung sebagai sebuah kerajaan Melayu tidak dapat diketahui dengan jelas, dari Tambo yang diterima oleh masyarakat Minangkabau tidak ada yang memberikan penanggalan dari setiap peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Kerajaan Malaka (1405-1511 M)

kerajaan islam di indonesia

www.picsunday.com

Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara sekitar tahun 1380-1403 Masehi, Parameswara yang berasal dari Sriwijaya, dan merupakan putra Raja Sam Agi, pada saat itu, ia masih menganut agama Hindu. Ia melarikan diri ke Malaka karena kerajaannya di Sumatera runtuh karena diserang oleh kerajaan Majapahit.

Pada saat Malaka didirikan, di situ terdapat penduduk asli dari Suku Laut yang hidup sebagai nelayan, mereka berjumlah lebih kurang tiga puluh keluarga, raja dan pengikutnya adalah rombongan pendatang yang memiliki tingkat kebudayaan yang jauh lebih tinggi, karena itu, mereka berhasil mempengaruhi masyarakat asli.

Selain menjadikan kota tersebut sebagai pusat perdagangan, rombongan pendatang juga mengajak penduduk asli menanam tanaman yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, seperti tebu, pisang, dan rempah-rempah, rombongan pendatang juga telah menemukan biji-biji timah di daratan.

Dalam perkembangannya, kemudian terjalin hubungan perdagangan yang ramai dengan daratan Sumatera, salah satu komoditas penting yang diimpor Malaka dari Sumatera saat itu ialah beras.

Kerajaan Cirebon (1430-1677 M)

kerajaan islam di indonesia

www.merdeka.com

Kerajaan Cirebon merupakan sebuah kerajaan bercorak Islam ternama yang berasal dari Jawa Barat, kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke-15 dan 16 Masehi. Kesultanan Cirebon juga merupakan pangkalan penting yang menghubungkan jalur perdagangan antar pulau.

Kesultanan Cirebon berlokasi di pantai utara pulau Jawa yang menjadi perbatasan antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, ini membuat Kesultanan Cirebon menjadi pelabuhan sekaligus “jembatan” antara 2 kebudayaan, yaitu budaya Jawa dan Sunda.

Sehingga Kesultanan Cirebon mempunyai suatu kebudayaan yang khas tersendiri, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi oleh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.

Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, Cirebon mulanya ialah sebuah dukuh kecil yang awalnya didirkan oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah perkampungan ramai dan diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran).

Dinamakan Caruban karena di sana ada percampuran para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, latar belakang dan mata pencaharian yang berbeda. Mereka datang dengan tujuan ingin menetap atau hanya berdagang.

Karena awalnya hampir sebagian besar pekerjaan masyarakat adalah sebagai nelayan, maka berkembanglah pekerjaan lainnya, seperti menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai yang bisa digunakan untuk pembuatan terasi. Lalu ada juga pembuatan petis dan garam.

Air bekas pembuatan terasi inilah akhirnya tercipta nama “Cirebon” yang berasal dari Cai(air) dan Rebon (udang rebon) yang berkembang menjadi Cirebon yang kita kenal sekarang ini.

Karena mempunyai pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon akhirnya menjadi sebuah kota besar yang mempunyai salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa.

Pelabuhan sangat penting dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan seluruh Nusantara maupun dengan negara lainnya, selain itu, Cirebon juga tumbuh menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Kerajaan Demak (1475-1548 M)

kerajaan islam di indonesia

histori.id

Sebelum menjadi Kerajaan Demak awalnya adalah yaitu sebuah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan dari Kerajaan majapahit, ketika Kerajaan Majapahit lengser Demak kemudian mulai memisahkan diri dari Ibu Kota di Bintoro, kerajaan Demak merupakan kerajaan islam pertama yang ada di Pulau Jawa.

Yang mendirikan kerajaan demak adalah Raden Patah, kerajaan demak mempunyai lokasi yang sangat strategis karena negeri tersebut sangat dekat dengan pelabuhan bergota dari kerajaan Mataram Kuno dan Jepara, kedua tempat inilah yang telah membuat Demak menjadi kerajaan dengan pengaruh sangat besar di Nusantara.

Kerajaan Demak didirikan oleh raden Patah asal yang masih keturunan dari Majapahit dengan seorang putri dari Campa, daerah kekuasaan dari Kerajaan Demak menyeluruhi Banjar, Palembang dan Maluku juga bagian utara pada pantai Pulau Jawa, sesudah berkuasa, kemudia Sultan Trenggana terus melanjutkan usaha dalam menahan pengaruh dari Portugis yang sedang berusaha untuk menjalin hubungan kerjasama bersama kerajaan Sunda atau Pajajaran.

Diwaktu itu Raja Samiam yang berasal dari kerajaan sunda sudah mendapatkan izin dari kantor dagangnya di sunda Kelapa, sebab karena itu, Sultan Trenggana akhirnya mengutus Fatahillah atau Faletehan agar bisa mencegah biar Portugis tidak bisa menguasai wilayah Sunda Kelapa dan Banten.

Sunda Kelapa merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan sunda, pada waktu itu, Portugis membangun benteng yang ada di sunda Kelapa, tapi kerajaan Demak tak senang dengan adanya keberadaan orang-orang Portugis tersebut.

Akhirnya Fatahillah  berhasil dapat mengalahkan Portugis, banten dan Cirebon akhirnya dapat dikuasai oleh Fatahillah bersama pasukannya, Karena usaha nya yang dapat membawakan hasil lalu sunda kelapa berganti nama menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527, dengan hal tersebut akhir nya Sultan Trenggana menjadi raja yang subur di Demak.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.