kerajaan kediri

Sejarah Kerajaan Kediri Lengkap | Peninggalan | Kejayaan | Keruntuhan

Kerajaan kediri beserta peninggalan kerajaan kediri, kejayaan kerajaan kediri, runtuhnya kerajaan kediri, raja kerajaan kediri, kehidupan ekonomi kerajaan kediri dan dan masih banyak lagi untuk kami bahas di sini, tau gak sih? bahwa kerajaan ini adalah salah satu kerajaan terkenal di Indonesia loh.

Mau tahu gimana cerita lebih lengkap nya? ok kali ini kami akan membahas secara  mengenai kerajaan singasari yang begitu terkenal di bumi Nusantara ini gimana ceritanya? berikut dibawah ini

 

Sejarah Kerajaan Kediri

kerajaan kediri
www.gurupendidikan.co.id

Sejarah kerajaan kediri- Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya, Kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatera.

Selama 60 tahun peperangan antara Panjalu dan Jenggala terus terjadi, hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116-1135) dari Kediri, pada masa Raja Bameswara inilah ibukota Panjalu dipindahkan dari Daha ke Kediri, sehingga Panjalu lebih dikenal dengan nama Kediri.

Airlangga ialah  raja Medang Kamulan yang memindahkan pusat pemerintahannya ke Kahuripan. Pada tahun 1041, Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua kerajaan, yakni kerajaan Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri). Kedua kerajaan ini dipisahkan oleh Gunung Kawi dan sungai Brantas.

Pembagian dua kerajaan ini dikisahkan dalam prasasti Mahasukbya, serat Calon Arang, dan kitab Negarakertagama. Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya, Rembang, dan Pasuruhan dan ibukotanya Kahuripan.

Sementara Panjalu yang kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri, Madiun, dan ibu kotanya Daha, dari catatan beberapa prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan.

 

Kejayaan Kerajaan Kediri

kerajaan kediri
ibnuasmara.com

Kejayaan kerajaan kediri ketika itu pada masa kepemimpinan Raja Jayabaya, wilayah kekuasaanya juga sangat luas dari Jawa tengah sampai ke seluruh Pulau Jawa, tidak hanya itu pengaruh kerajaan kediri juga sampai ke Sumatra yang mana pada masa itu di kuasai oleh kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan ini pun semakin berjaya dan semakin kuat ketika terdapat catatan dari kronik Cina yang bernama Chou Ku-fei yaitu pada tahun 1178 Masehi yang berisi tentang Negeri paling kaya di masa kerajaan Kediri pimpinan Raja Sri Jayabaya.

Bukan hanya daerah kekuasaannya saja yang besar, melainkan seni sastra yang ada di Kediri cukup mendapat perhatian, dengan begitu, kerajaan Kediri semakin disegani pada masa nya.

 

Kehidupan Politik Kerajaan Kediri

Kehidupan politik kerajaan kediri- pada perebutan antara Panjalu dan Kediri, yang lebih dominan adalah Kediri yang mana kekuasaannya lebih besar, dan sekaligus kerajaan terbesar pada waktu itu dipimpin langsung oleh Jayabaya pada tahun 1135 sampai 1157, misi Jayabaya adalah ingin kembalikan masa keemasannya seperti Airlangga.

Salah satu kesaktian Jayabaya adalah bisa meramal apa yang terjadi di masa depan, yang terpenting adalah di tanah Jawa dan Jayabaya dapat di juluki dengan istilah “Jangka Jayabaya”.

 

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kediri

Kehidupan ekonomi kerajaan kediri semakin berkembang di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pertanian
  2. Perdagangan
  3. Pertenakan

 

Kehidupan Sosial Kerajaan Kediri

Kehidupan sosial kerajaan kediri adalah sebagai berikut.

  1. Rakyat Kediri pada umumnya mempunyaii tempat tinggal yang baik, bersih, dan rapi.
  2. Hukuman yang dilaksanakan ada dua macam, yaitu hukuman denda (berupa emas) dan hukuman mati (khususnya bagi pencuri dan perampok).

 

Kehidupan Budaya Kerajaan Kediri

Kehidupan budaya kerajaan Kediri adalah sebagai berikut.

  1. Pada masa Dharmawangsa berhasil disadur kitab Mahabarata ke dalam bahasa Jawa Kuno yang disebut kitab Wirataparwa, dan memiliki kitab hukum yang bernama Siwasasana.
  2. Di zaman Airlangga disusun kitab Arjuna Wiwaha karya Empu Kanwa.
  3. Masa Jayabaya berhasil digubah kitab Bharatayudha oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh, di samping itu, Empu Panuluh juga menulis kitab Hariwangsa dan Gatotkacasraya.
  4. Masa Kameswara berhasil ditulis kitab Smaradhahana oleh Empu Dharmaja, kitab Lubdaka dan Wertasancaya oleh Empu Tan Akung.

 

Runtuhnya Kerajaan Kediri

kerajaan kediri
www.merdeka.com

Runtuhnya Kerajaan kediri pada masa kepemimpinan Kertajaya, Kertajaya juga dapat dijuluki dengan Dandang Gendis., dan dikisahkan dalam ”Pararaton” dan ”Nagarakretagama”. Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana.

Selama Kertajaya kerajaan ini menyebabkan kerajaan itu tidak stabil dan menjadi tidak aman, Raja Kertajaya memiliki niat untuk mengurangi hak-hak kaum Brahmana, akibatnya hal ini ditentang oleh kaum Brahmana sehingga membuat para Brahmana sudah tidak aman lagi.

Sehingga para Brahmana banyak yang lari dan minta bantuan ke Tumapel yang saat itu dipimpin oleh Ken Arok, dengan kejadian seperti ini Raja Kertajaya mengejarnya dan mempersiapkan pasukanya untuk menyerang Tumapel.

Sementara Ken Arok tidak merasa takut karena dapat dukungan dari Brahmana sehingga melakukan serangan ke kerajaan kediri, kemudian kerajaan tersebut berperang di dekat Genter, sekitar Malang yaitu pada tahun 1222 Masehi, dalam pertempuran itu dimenangkan oleh Ken Arok dan Raja Kertajaya melarikan diri.

Nah, itulah runtuhnya kerajaan kediri dan akhirnya kerajaan Kediri dapat dikuasai oleh Ken Arok yang berada di daerah kekuasaanya, di sinilah Ken Arok mendirikan sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Singasari.

 

Letak Kerajaan Kediri

kerajaan kediri
www.slideshare.net

Letak kerajaan kediri- menurut prasasti Pamwatan yang dikeluarkan pada sekitar tahun 1042 Masehi, diketahui bahwa karena kedua putra Airlangga saling berebut untuk menjadi raja, Airlangga kemudian membagi kerajaannya menjadi 2, yaitu kerajaan Panjalu dan kerajaan Jenggala.

Lokasi kerajaan Panjalu di sebelah barat dengan ibukota Daha (kota Kediri saat ini) diserahkan kepada putra sulungnya, yaitu Sri Samarawijaya, sementara kerajaan Jenggala di sebelah timur yang beribukota di Kahuripan diserahkan kepada putra bungsunya, yaitu Mapanji Garasakan.

 

Raja Raja Kerajaan kediri

kerajaan kediri
www.slideshare.net

Berikut dibawah ini raja-raja kerajaan kediri yang pernah memimpin.

  1. Sri Jayawarsa

Sejarah tentang raja Sri Jayawarsa ini hanya dapat diketahui dari prasasti Sirah Keting 1104 Masehi pada masa pemerintahannya Jayawarsa memberikan hadiah kepada rakyat desa sebagai tanda penghargaan, karena rakyat telah berjasa kepada raja.

  1. Sri Bameswara

Raja Bameswara banyak meninggalkan prasasti seperti yang ditemukan di daerah Tulung Agung dan Kertosono. Prasasti seperti yang ditemukan itu lebih banyak memuat masalah-masalah keagamaan, sehingga sangat baik diketahui keadaan pemerintahannya.

  1. Prabu Jayabaya

Prabu Jayabaya memimpin pada tahun 1130 sampai 1157 Masehi, dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dalam hal hukum dan pemerintahan tidak tanggung-tanggung, sikap merakyat dan visinya yang jauh ke depan menjadikan Prabu Jayabaya layak dikenang sepanjang masa.

Kerajaan Kediri mengalami masa keemasan ketika diperintah oleh Prabu Jayabaya. Strategi kepemimpinan Prabu Jayabaya dalam memakmurkan rakyatnya memang sangat mengagumkan, kerajaan yang beribu kota  di Dahono Puro, bawah kaki Gunung Kelud, ini tanahnya amat subur, sehingga segala macam tanaman tumbuh menghijau.

  1. Sri Sarwaswera

Sejarah tentang raja ini didasarkan pada prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). Sebagai raja yang taat beragama dan berbudaya, Sri Sarwaswera memegang teguh prinsip “tat wam asi”, yang berarti “dikaulah itu, dikaulah (semua) itu, semua makhluk adalah engkau”.

  1. Sri Aryeswara

Berdasarkan prasasti Angin (1171), Sri Aryeswara adalah raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1171. Nama gelar abhisekanya ialah Sri Maharaja Rake Hino Sri Aryeswara Madhusudanawatara Arijamuka.

  1. Sri Gandra

Masa pemerintahan Raja Sri Gandra (1181 M) dapat diketahui dari prasasti Jaring, yaitu tentang penggunaan nama hewan dalam kepangkatan seperti seperti nama gajah, kebo, dan tikus. Nama-nama tersebut menunjukkan tinggi rendahnya pangkat seseorang dalam istana.

  1. Sri Kameswara

Masa pemerintahan Raja Sri Gandra dapat diketahui dari Prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradhana, pada masa pemerintahannya dari tahun 1182 sampai 1185 Masehi,

  1. Sri Kertajaya

Berdasarkan prasasti Galunggung (1194), prasasti Kamulan (1194), prasasti Palah (1197), prasasti Wates Kulon (1205), Nagarakretagama, dan Pararaton, pemerintahan Sri Kertajaya berlangsung pada tahun 1190 hingga 1222 Masehi.

 

Peninggalan Kerajaan Kediri

kerajaan kediri
www.pelajaran.id

Peninggalan kerajaan kediri memiliki beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut.

  • Candi Tondowongso
  • Candi Panataran
  • Candi Gurah
  • Candi Tuban
  • Prasasti Kamulan
  • Prasasti Galunggung
  • Prasasti Jaring
  • Prasasti Panumbangan
  • Prasasti Talan
  • Prasasti Sirah Keting
  • Prasasti Kertosono
  • Prasasti Ngantang
  • Prasasti Padelegan
  • Prasasti Ceker
  • Kitab Kakawin Bharatayudha
  • Kitab Kresnayana
  • Kitab Sumarasantaka
  • Kitab Gatotkacasraya
  • Kitab Smaradhana
  • Arca Buddha Vajrasattva
  • Kitab Hariwangsa

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.