Ketenagakerajaan Dalam Pembangunan Ekonomi

Pada tahun 2015 tercatat dari 157,7 juta penduduk usia kerja yang menjadi pengangguran terbuka sekitar 11,6 juta orang di antaranya tergolong pengangguran terbuka. Setiap tahun rata-rata jumlah penganggurang di Indonesia betambah 1 juta orang.

Menurut perkiraan Bappenas jumlah pengangguran akan terus meningkat hingga tahun 2009. Banyaknya pekerjaan yang kehilangan pekerjaan karena keterbatasan lapangan kerja yang tersedia mengakibatkan tingkat pengangguran semakin tinggi.

Ternyata sekitar 50 persen dari total pengangguran terbuka tersebut adalah kaum terdidik lulusan SMA/SMEA dan perguruan tinggi. Tingkat pengangguran di Indonesia dapat berkurang secara signifikan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketenagakerjaan

ketenagarkerjaan
https://izin.co.id

Saat ini kehidupan yang kalian hadapi semakin kompleks. Agar kamu tetap bertahan dalam kehidupan di masa depan, kalian harus mampu menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu harus memahami dengan baik berbagai masalah yang mungkin nanti akan dihadapi, diantaranya masalah ketenagakerjaan.

  1. Penduduk Sebagai Sumber Daya Dalam Pembangunan Ekonomi

Peran penduduk sebagai sumber daya manusia dalam pembangunan merupakan hal yang sangat mendasar untuk kamu pahami. Jumlah penduduk yang terlalu besar tidak otomatis modal yang besar juga pembangunan di suatu negara, bahkan justru dapat menjadi beban atau tanggungan bagi penduduk yang lainnya.

Apakah kalian tahu jumlah penduduk Indonesia saat ini?. Negara kita merupakan negara keempat di dunia yang memiliki penduduk paling banyak. Pada tahun 2016 jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 221.496.000 jiwa. Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya.

  1. Kesempatan Kerja

Keadaan kesempatan kerja pada suatu negara merupakan salah satu faktor yang terkait dengan masalah pengangguran. Kesempatan kerja merupakan peluang bagi penduduk untuk melakukan fungsinya sebagai sumber ekonomi dalam proses produksi untuk mencapai kesejahteraan.

Kesempatan kerja adalah jumlah penduduk yang berpatisipasi dalam pembangunan dalam melakukan sesuatu pekerjaan dan menghasilkan pendapatan.

Kesempatan kerja meliputi kesempatan untuk bekerja, kesempatan untuk bekerja sesuai dengan pendidikan dan keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Semakin banyak orang yang bekerja berarti semakin luas kesempatan kerja. Kesempatan kerja dibedakan menjadi dua golongan, yaitu.

  • Kesempatan kerja permanen, artinya kesempatan kerja yang memungkinkan orang bekerja secara terus-menerus sampai mereka pensiun tidak mampu lagi untuk bekerja.
  • Kesempatan kerja temporer, artinya kesempatan kerja yang hanya memungkinkan orang dalam waktu relatif singkat, kemudian menganggur untuk menunggu kesempatan kerja baru.

Dalam naraca ketenagakerjaan biasanya dilihat antara jumlah angkatan kerja dan jumlah kesempatan kerja yang tersedia. Jika angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja, terjadi pengangguran.

  1. Pengangguran

Sejak lama kita dihadapkan pada permasalahan yang sangat serius dalam bidang ketenagakerjaan, yakni masalah pengangguran. Bahkan, dikawasan Asia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengangguran yang sangat besar.

Apakah di lingkungan sekitar tempat tinggalmu saat ini ada yang menganggur? Untuk dapat menjawabnya maka terlebih dahulu kamu harus mengetahui pengertian dari penganggur itu sendiri.

Pengangguran ada dua macam, yaitu pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung. Apakah yang membedakan keduannya?

Penganggur terbuka (open unemployment) meliputi seluruh angkatan kerja yang mencari pekerjaan, baik yang mencari pekerjaan pertama kali maupun yang pernah bekerja sebelumnnya.

  1. Jenis Pengangguran

Pengangguran yang terdapat di suatu negara dapat dikelompokan menurut faktor penyebab terjadinya, yaitu.

  • Pengangguran voluntair yaitu pengangguran yang terjadi secara sukarela karena mencari pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik.
  • Pengangguran teknologi, yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh semakin meningkatnya penggunaan alat-alat mesin, komputerisasi, bahkan robot dalam proses produksi, yang merupakan produk teknologi, hal ini mengakibatkan penggunaan tenaga kerja menjadi berkurang.

Contoh:

Pabrik tekstil dahulu menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dioprasikan dengan menusia, dengan semakin canggihnya berbagai mesin produksi, sekarang pabrik tekstil banyak yang menggunakan mesin printing.

  1. Penyebab Pengangguran

Penyebab pengangguran di suatu negara, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Tekanan demografis dengan jumlah dan komposisi angkatan kerja yang besar.
  • Pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih kecil daripada pertumbuhan angkatan kerja.
  • Jumlah lapangan kerja yang tersedia jauh lebih kecil dari jumlah pencari kerja.
  • Kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
  • Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan, antara lain perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, pengaturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor-impor dan sebagainya.
  • Kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
  • Berbagai regulasi dan perilaku birokrasi yang kurang kondusif bagi pengembangan usaha.
  • Iklim investasi yang belum kondusif.
  • Tekanan kenaikan upah di tengah dunia usaha yang masih lesu.
  • Kemiskinan.
  • Ketimpangan pendapatan.
  • Urbanisasi.
  • Stabilitas politik yang tidak stabil.
  • Perilaku proteksionis sejumlah negara maju dalam menerima ekspor dari negara-negara berkembang.
  • Keberadaan pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.