Tujuan Dan Fungsi Pendidikan Karakter Untuk Kepribadian Anak

Pendidikan karakter ialah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, makna dari pendidikan karakter yaitu bisa “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”.

Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yakni isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan, disamping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan  harus berkarakter.

Menurut T, Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak, tujuannya ialah membentuk  pribadi anak, agar anak itu dapat berkembang menjadi lebih baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.

Adapula kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik untuk suatu masyarakat atau bangsa, secara umum ialah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi kepada budaya masyarakat dan bangsanya.

Oleh karena  itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia ialah pedidikan nilai, yang artinya pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda agar menjadi lebih baik dan beradab.

Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang dapat disebut sebagai the golden rule, pendidikan karakter dapat mempunyai tujuan yang pasti, apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut, menurut para ahli psikolog,

Para pakar pendidikan pada biasanya berpendampat serentak tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal, tapi demikian, ada perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka tentang pendekatan dan modus pendidikannya.

Berhubungan dengan pendekatan, sebagian pakar menyarankan penggunaan pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang dikembangkan di negara-negara barat, contohnya pendekatan perkembangan moral kognitif, pendekatan analisis nilai, dan pendekatan klarifikasi nilai, sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional, yaitu dapat dimelalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diri peserta didik.

PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER

pendidikan karakter

character-building-institute.com

Pengertian pendidikan karakter kini menjadi salah satu wacana utama dalam kebijakan nasional di bidang karakter Pendidikan, seluruh kegiatan belajar serta mengajar yang ada dalam negara indonesia harus merujuk pada pelaksanaan pendidikan Karakter, Ini juga termuat di dalam Naskah Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2010.

Dalam naskah tersebut dinyatakan yakni pendidikan karakter menjadi unsur utama dalam pencapaian visi dan misi pembangunan Nasional yang termasuk pada RPJP 2005-2025.

Bukan hanya itu dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan Nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia, di pasal 3 UU SIKDIKNAS menyebutkan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membantu watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa.

Yaitu dapat bertujuan untuk berkembangnya potensi, peserta didik agar menjadi manusia yang beriman yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dan mempunya nilai-nilai yang baik bagi diri sendiri.

Seringkali kita dituntut untuk menerapkan kemampuan karakter dan menumbuh kembangkan prinsip dalam pendidikan, tetapi pemahaman mengenai karakter secara mendasar belum kita fahami dengan benar-benar, maka dari  itu sebelum menerapkan pendidikan karakter, kita harus tau dulu apa sih pendidikan karakter itu? Apa sih fungsi pendidikan karakter itu? berikut di bawah ini saya jelaskan.

Pendidikan

Pendidikan ialah suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik, nahkan kata wikipedia pendidikan ialah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian, pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, namun juga dapat dipelajari dengan otodidak.

Karakter

Karakter atau watak ialah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia sejak lahir sehingga tumbuh menjadi dewasa, lebih lengkap lagi Karakter ialah nilai-nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap, berucap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter ialah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik untuk membangun karakter pribadi atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara, dalam kamus lain Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.

FUNGSI PENDIDIKAN

pendidikan karakter

www.gurupendidikan.co.id

Fungsi Pendidikan biasanya ialah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, kepribadian serta peradapan yang bermartabat dalam hidup dan kehidupan atau dengan kata lain pendidikan berfungsi memanusiakan manusia supaya dapat menjadi manusia yang benar sesuai dengan norma yang dijadikan landasannya.

Pendidikan ialah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian, pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

pendidikan karakter

smkn4denpasar.sch.id

Pentingnya pendidikan karakter terutama untuk anak-anak yang masih muda, karena pendidikan karakter dalam dunia pendidikan ini dijadikan sebagai wadah atau proses untuk membentuk pribadi anak agar menjadi pribadi yang baik.

Sebagai tenaga pendidik seorang guru juga sangat lah penting bagi anak karena dapat memberikan efek yang bagus dan patut dicontoh bagi anak untuk kedepannya, karena perilaku guru merupakan teladan bagi anak didik, dalam dunia pendidikan memang pendidikan karakter sangat di butuhkan oleh peserta didik untuk membentuk pribadi yang baik, bijaksana, jujur, bertanggung jawab, dan bisa menghormati orang sekitar maupun muda atau tua.

Dengan adanya hal demikian kita sebagai calon pendidik bisa merubah pendidikan sekarang ini munuju pendidikan yang bermutu yang tidak hanya mengedepankan aspek kognitif saja tetapi juga harus memperhatikan sikap afektif dan psikomotoriknya juga.

Ketika kita bisa melakukan hal tersebut maka pendidikan yang sekarang ini akan bisa menumbuhkan jiwa-jiwa yang berkarakter tinggi dan berpengetahuan luas.

Dengan demikian secara tidak langsung pendidik yang hanya mengedepankan aspek kognitif saja sudah membunuh karakter anak, dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik akan menjadikan kualitas peserta didik menjadi unggul tidak hanya dalam aspek kognitif, tapi juga dalam karakternya, anak yang unggul dalam karakter akan mampu menghadapi persoalan dan tantangan dalam hidupnya.

PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR

pendidikan karakter

emayulida.blogspot.com

Pendidikan karakter di sekolah dasar penerapan dilakukan pada ranah pembelajaran (kegiatan pembelajaran), pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan ko-kurikuler dan atau kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat, baik itu penjelasan masing-masing dibawah ini adalah sebagai berikut.

  1. Kegiatan pembelajaran

Penerapan pendidikan karakter pada pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan strategi yang tepat, strategi yang tepat adalah strategi yang menggunakan pendekatan kontekstual, alasan penggunaan strategi kontekstual adalah bahwa strategi tersebut dapat mengajak siswa menghubungkan atau mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata.

  1. Pengembangan Budaya Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar

Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri, yakni kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan, pengkondisian, baik itu hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

  • Kegiatan Rutin

kegiatan rutin merupakan kegiatan yang rutin atau ajeg dilakukan setiap saat, kegiatan rutin dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan siswa secara terus menerus dan konsisten setiap saat (Puskur, 2011: 8), beberapa contoh yaitu seperti kegiatan upacara pada hari Senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan, piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdoa sebelum pelajaran dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam apabila bertemu guru, tenaga pendidik, dan teman.

  • Kegiatan Spontan

Kegiatan spontan dapat juga disebut kegiatan insidental, kegiatan ini dilakukan secara spontan tanpa perencanaan terlebih dahulu, contoh kegiatan ini adalah mengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat ketika terjadi bencana.

  • Keteladanan

Keteladanan merupakan sikap sebagai teladan yang harus di ikuti sikap menjadi contoh merupakan perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan siswa dalam memberikan contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi siswa lain (Puskur, 2011: 8), contoh kegiatan ini misalnya guru menjadi contoh pribadi yang bersih, rapi, ramah, dan supel.

  • Pengkondisian

Pengkondisian berkaitan dengan upaya sekolah untuk menata lingkungan fisik maupun nonfisik demi terciptanya suasana mendukung terlaksananya pendidikan karakter, kegiatan menata lingkungan fisik misalnya adalah mengkondisikan toilet yang bersih, tempat sampah.

Halaman yang hijau dengan pepohonan, poster kata-kata bijak yang dipajang di lorong sekolah dan di dalam kelas (Puskur, 2011: 8). sedangkan pengkondisian lingkungan nonfisik misalnya mengelola konflik antar guru supaya tidak menjurus kepada perpecahan, atau bahkan menghilangkan konflik tersebut.

  1. Kegiatan Ko-Kurikuler Atau Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ko dan ekstra kurikuler merupakan kegiatan-kegiatan di luar kegiatan pembelajaran, meskipun di luar kegiatan pembelajaran, guru dapat juga mengintegrasikannya dalam pembelajaran, kegiatan-kegiatan ini sebenarnya sudah mendukung pelaksanaan pendidikan karakter, tapi demikian tetap diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik atau merevitalisasi kegiatan-kegiatan ko dan ekstra kurikuler tersebut agar dapat melaksanakan pendidikan karakter kepada siswa.

  1. Kegiatan Keseharian 

Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang pendidikan karakter yang ada di sekolah, rumah (keluarga) dan masyarakat merupakan partner penting suksesnya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah, pelaksanaan pendidikan karakter sebaik apapun, kalau tidak didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat akan sia-sia. Dalam kegiatan ini, sekolah dapat mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah dan masyarakat (Puskur, 2011: 8).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.