Pengertian Biosfer, Komponen Abiotik, Biotik Dan Autotrof

Pengetian biosfer- pada waktu liburan sekolah, pernahkan Anda meyempatkan diri untuk mengunnungi suaka margasatwa atau kebun binatang?. Lokasi tersebut yang berada disekitar lingkungan Anda merupakan objek wisata dan media bagi konservasi serta perlindungan jenis-jenis binatang yang terdapat di alam.

Jenis-jenis binatang (fauna) yang terdapat di kebun binatang sangat beragam, seperti harimau, beruang, zarapah, gajah dan lain-lain, keberagaman jenis fauna tersebut didatangkan dari berbagai daerah yang tersebar di Indonesia, bahkan bisa juga luar Indonesia.

Dalam benak Anda seketika muncul mengapa jenis fauna dari setiap wilayah dan negara berbeda-beda, pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya di bawah ini mengenai tentang biosfer.

Pengertian Biosfer

pengertian biosfer
ilmudasar.id

Istilah biosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata bio yang artinya hidup dan sphere artinya lapisan (bulatan), jadi secara sederhana biosfer dapat diartikan sebagai lapisan tempat makhluk hidup.

Makhluk hidup (organisme)  yang ada di permukaan bumi terdiri atas tiga golongan, yaitu tumbuhan (flora/fegetasi), hewan (fauna), dan manusia (antropo), tempat atau bagian dari permukaan bumi yang dapat mendukung kelangsungan hidup yang dinamakan biosfer.

Biosfer di permukaan bumi meliputi lapisan udara (atmosfer) sampai ketinggian 8-10m dpl, lapisan air (hidrosfer), sampai kedalaman sekitar 200 meter, maupun pada litosfer sampai kedalaman beberapa meter ke tanah tempat organisme masih dapat ditemukan.

Secara umum biosfer dapa dikelompokan menjadi dua biosiklus (lingkungan hidup), yaitu biosiklus daratan dan perairan. Biosiklus daratan terdiri atas bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut Bioma yaitu bentang lahan (landscape) yang memiliki karakteristik khas yang berdasarkan keadaan iklim nya didominasi oleh flora dan fauna tertentu.

Setiap zona dan subzona dipermukaan bumi memiliki jenis flora dan fauna yang berbeda dengan sesuai kondisi lingkungannya. Fauna dan flora yang hidup pada suatu bioma disebut biota. Bagian yang lebih kecil dari bioma yang merupakan tempat berlangsungnya kehidupan organisme disebut habitat.

Bentuk penyesuaian diri terhadap organisme terhadap lingkungannya disebut adaptasi. Dua spesies makhluk hidup dapat menempati habitat yang sama, tetapi tetap memiliki relung (nisia), yang berbeda, Nisia (Niche) adalah status fungsional suatu organisme dalam suatu ekosistem.

Ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk oleh adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam arti lain, ekosistem adalah kesatuan tatanan antara segenap komponen biotik maupun abiotik yang saling memengaruhi.

Berdasarkan pengertian tersebut suatu ekosistem terbentuk oleh komponen (biotik) dan tidak hidup (abiotik) yang berinteraksi nenbentuk suatu kesatuan yang teratur. Keteraturan tersebut terjadi karena adanya materi dan energi yang terkendali oleh adanya arus ransfortasi dan tranformasi antar komponen dalam ekosistem.

Selama setiap kompoen tetap melakukan fungsinya dan bekerjasama dengan baik, keteraturan ekosistem akan tetap terjaga. Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen yaitu sebagai berikut

 

  • Komponen Abiotik, yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati), yang meliputi komponen fisik dan kimia, seperti tanah, air, matahari, udara dan energi.
  • Komponen Biotik, yaitu terdiri atas bahan-bahan yang bersifat hidup yang meliputi organisme autotrof dan haterotrof.
  • Organisme Autotrof adalah semua organisme yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri, berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari melalui proses fonosintesis. Semua organisme yang mengandung klorofil tarutama tumbuhan hijau daun disebut organisme autotrof
  • Organisme Haterotrof adalah semua organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, akan tetapi memanfaatkan bahan-bahan organik dari organisme lain sebagai bahan manakananya. Organisme haterotrof terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
  • Konsumen, yaitu organisme haterotrof yang secara langsung memakan organisme lain, seperti manusia dan hewan.
  • Pengurai (perombak atau dekomposer), yaitu organisme haterotrof yang mendapatkan makanan berupa organik dengan cara merombak sisa-sisa organisme mati atau produk dari organisme hidup, seperti bakteri dan jamur.
  • Detritivor, yaitu organisme haterotrof yang memakan partikel-partikel organik atau remukan jaringan organik yang telah membusuk, seperti cacing tanah, siput dan tripang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.