Pertumbuhan Janin, Faktor Janin Dan Gen Orang Tua

Perkembangan. Tonjolan anggota badan dibentuk dari migrasi sel otot dari mioton, sel membentuk pasangan massa otot. Sel adhensif membentuk regio kompak antara dua tulang rawang bersifat keras, tetapi lentur, sedangkan lebih kuat, tetapi lebih rapuh dan dapat patah (fraktur).

Osifikasi, perubahan ke struktur tulang, dimulai sejak sekitar usia 8 minggu, tetapi tetap belum sempurna saat lahir.

Menonjolnya jumlah tulang rawan dikerangka mempermudah janin saat melahirkan lengan sedikit lebih dulu daripada ekstremitas bawah dalam perkembangannya karena sistem sirkulasi janin memberi prioritas bagi tubuh bagian atas.

Tulang dan otot yang terletak paling dekat dengan tubuhlah yang pertama kali terbentuk sehingga humerus dan femur terbentuk sebelum daerah distal terbentuk.

Pertumbuhan Janin

Pada minggu ke-4, panjang kepala bokong adalah sekitar 4mm dan meningkat 1mm per hari sampai 30mm. Setelah itu, antara minggu ke-8 dan 28, pertumbuhan meningkat pesat, menjadi sekitar 1,5 mm per hari sehingga periode ini dikenal pertumbuhan janin.

Organ dan jaringan terus tumbuh dan menjadi matang, walaupun pertumbuhan paling pesat periode ini (dibandingkan dengan periode lain selama hidup), faktor yang memengaruhi pertumbuhan mungkin sudah timbul lebih awal , pada kenyataannya, gangguan lingkungan yang mengatur pertumbuhan tampak nya menetap selama beberapa generasi.

Pertumbuhan janin adalah hasil dari interaksi antara dorongan genetik untuk tumbuh dan menyediakan nutrisi selama kehamilan untuk menunjang dorongan tersebut, yang melibatkan interaksi dinamis antara janin, plasenta, dan ibunya.

Faktor Janin

Anak laki-laki secara rata-rata lebih berat daripada anak perempuan, ovarium memiliki kemampuan terbatas untuk minyintesis hormon steroid, sedangkan testis menghasilkan testoteron, yang memiliki efek anabolik. Penelitian mengisaratkan kromosom Y secara postif mendorong pertumbuhan (James & Stephenson, 1998).

Kehamilan multipel cenderung menghasilkan bayi yang lebih kecil, mungkin karena keterbatasan dukungan homodinemik pada gestasi tahap akhir walaupun keadaan berdasarkan (overcrowding) juga diperkirakan berperan.

Gen Ibu Dan Ayah

Diperkirakan terjadi konflik gen ibu dan ayah yang mengatur ukuran janin (Moore & Haig, 1991), gen ayah mendorong pertumbuhan janin dan menyalurkan nutrien ke “parasit” janin; apabila hal ini terjadi dengan mengorbankan kesehatan ibu, laki-laki dapat memilih pasangan yang lain.

Gen ibu membatasi penyaluran ke janin untuk mengoptimalkan kesintasan janin dan ibunya, berat lahir ayah memengaruhi ukuran plasenta. Berat lahir ibu berkolerasi dengan berat lahir anak, bahkan dengan berat lahir cucu mereka yang mengisaratkan pembatasan pertumbuhan janin oleh ibu telah dimulai sejak sangat dini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.