Pengertian Pertumbuhan Penduduk Dan Sensus Penduduk

Pertumbuhan penduduk– penduduk adalah orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negara, dan pulau) yang tercatat sesui dengan persyaratan dan ketentuan berlaku ditempat tersebut, berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah

Pertumbuhan Penduduk

pertumbuhan penduduk
nusantara.news

Penduduk adalah orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negara, dan pulau) yang tercatat sesui dengan persyaratan dan ketentuan berlaku ditempat tersebut, berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah dapat dibedakan menjadi empat golongan, yakni penduduk asli, pendatang, tamu, dan sementara.

Penduduk asli adalah orang yang menetap sejak lahir. Penduduk pendatang adalah orang yang menetap, tetapi lahir berasal dari tempat lain. Penduduk sementara adalah orang yang menetap sementara waktu dan kemungkinan akan pindah ke tempat lain karena alasan pekerjaan, sekolah atau alasan lain. Adapun tamu adalah orang yang berkunjung ke tempat tinggal yang baru dalam rentang waktu beberapa hari saja.

Jumlah penduduk suatu daerah selalu berubah, terkadang pada periode tertentu bertumbuh dengan cepat, tetap, dan terkadang berkurang. Penduduk dapat bertambah dengan cepat jika kesadaran masyarakat akan kualitas penduduk masih kurang atau oleh karena meningkatnya desakan ekonomi masyarakat.

Serta fasilitas kesehatan sehingga penduduk yang cepat disebabkan oleh semakin meningkatnya sarana dan prasarana suatu daerah sehingga banyak penduduk dari daerah lain berdatangan dalam bentuk arus migrasi.

Penduduk dapat berjumlah tetap jika penduduk datang dan pergi, atau jika penduduk yang lahir dan mati pada suatu wilayah dalam jumlah yang sama. Penduduk dapat berkurang jika penduduk yang pergi dan mati lebih besar daripada penduduk yang datang dan lahir.

Contoh nya seperti akibat peperangan, bencana alam, atau wabah penyakit. Oleh karena itu, jumlah penduduk di suatu daerah harus selalu dicatat atau didata tingakat perubahannya.

Perubahan penduduk di suatu daerah dipengaruhi oleh tingkat kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan (migrasi).

Kelahiran (fertilitas) adalah tingkat kelahiran hidup dari seorang wanita selama masa produksinya. Masa produksi yang dimaksud adalah masa seorang wanita siap untuk melahirkan keturanan. Berdasarkan klasifikasi PBB, yang dimaksud dengan masa reproduksi adalah wanita yang berusi 15 tahun sampai dengan 44 tahun, sedangkan untuk Indonesia masa reproduksi diawali sejak usia 15 tahun sampai dengan 49 tahun.

Kematian (mortalitas) adalah meninggalnya seorang penduduk yang menyebabkan berkurangannya jumlah penduduk. Kematian yang dimaksud dapat diakibatkan oleh kondisi lanjut usia, penyakit (kronis dan akut), bencana alam (gempa bumi, erupsi gunungapi, atau akibat tsunami, dan angin topan), perang industri atau akibat lainnya yang menyebabkan seorang mininggal dunia.

Perpindahan (migrasi) adalah berpindahnya seorang penduduk dari suatu tempat ke tempat lain yang menyebkan berukurang atau bertambahnya jumlah penduduk. Bentuk migrasi. di antaranya, imigrasi (pindahnya penduduk dari negara lain), emigrasi (pindahnya penduduk ke negara lain), transmigrasi (pindahnya penduduk ke ulau lain dalam satu negara) atau urbanisasi (pindahnya penduduk dari desa ke kota).

Sensus Penduduk 

sensus penduduk
http://skurniawan.com

Pendataan pendudukan biasanya dilakukan secara berkala yang disebut denan sensus penduduk. Data tersebut dapat digunakan untuk menganalisis berbagai masalah kependudukan, di antaranya adalah lapangan kerja, pendidikan, pendapatan, dan penyediaan sarana serta prasarana sosial.

Sensus penduduk di Indonesia dilakukan setiap 10 tahun sekali. Sensus penduduk di Indonesi kali pertama dilakukan pada 1961, kemudian dilakukan lagi pada 1971, 1980, 1990, dan sekitar 2000. Di negara maju sensus penduduk dilakukan 5 tahun sekali.

Untuk mendapatkan data yang ojektif dan rill dilapangan pada saat sensus teramat sukar, pendataan penduduk memerlukan waktu yang relatif lama agar tepat dan cermat, sementara penduduk sangat dinamis (datang dan pergi).

Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam melakukan sensus terdapat dua jenis sensus, yaitu sensus de jure dan de facto. sensus de jure adalah percatatan penduduk yang didasarkan atas bukti hukum yang dimiliki penduduk berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK).

Adapun sensus de facto adalah percatatan penduduk yang didasarkan pada setiap orang yang ada dan berhasil ditemui petugas disuatu daerah, walaupun mungkin orang tersebut bukan penduduk daerah yang bersangkutan.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.