Bacaan Sujud Tilawah Dan Tata Caranya

Sujud Tilawah merupakan suatu gerakan sujud yang dikerjakan ketika membaca ayat-ayat sajdah dalam Quran, barang siapa membaca suatu ayat sajdah atau mendengarnya, disunnatkan untuk sujud satu kali, caranya: bertakbir, sujud, bertakbir lagi untuk bangun dari sujudnya itu.

 

Pengertian Sujud Tilawah

sujud tilawah
donasidakwahcenter.com

Pengertian sujud tilawah- sujud tilawah merupakan sujud yang dikerjakan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu contoh nya seperti dari kitab suci Al-Qur’an, Ayat-ayat tersebut disebut dengan ayat sajdah.

Inilah yang disebut Sujud Tilawah, namun tidak usah membaca tasyahud (bacaan tahiyat) atau membaca salam, sedangkan dalam pengertian ayat Sajdah ialah ayat-ayat tertentu dalam Al Qur’an yang jika dibaca disunnahkan untuk yang membacanya dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah.

Di dalam mushaf Al-Qur’an ayat-ayat sajdah ini biasanya bisa diketahui dengan adanya tanda tertentu misalnya seperti tulisan kata as-sajdah dengan tulisan Arab di pinggir halaman sebaris dengan ayatnya, atau adanya gambar seperti kubah kecil di akhir ayat.

Ketika ayat sajdah dibaca oleh sesorang atau hanya mendengarkan saja disunahkan untuk bersujud satu kali entah itu dalam sholat atau diluar sholat.

Disyariatkannya sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat sajdah didasarkan pada beberapa hadits yaitu di antaranya sebagai berikut.

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ , اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي , يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

Artinya: “Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, “celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka.”

Hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَيْنَا الْقُرْآنَ، فَإِذَا مَرَّ بِالسَّجْدَةِ كَبَّرَ، وَسَجَدَ وَسَجَدْنَا مَعَهُ

Artinya: “Adalah nabi membacakan Al-Qur’an kepada kita, maka ketika melewati ayat As-Sajdah beliau bertakbir dan bersujud, dan kami pun bersujud bersamanya.”

 

Cara Sujud Tilawah

sujud tilawah
mediaumat.news

Cara sujud tilawah- di luar sholat ketika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah dan kemudian berkehendak untuk melakukan sujud tilawah maka yang harus ia lakukan ialah harus suci terlebih dulu dengan cara wudhu.

Setelah itu menghadapkan diri ke arah kiblat untuk kemudian bertakbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan, setelah berhenti sejenak lalu bertakbir lagi untuk turun bersujud tanpa mengangkat kedua tangan.

Setelah sujud satu kali kemudian bangun untuk duduk sejenak tidak membaca tahiyat dan kemudian mengakhirinya dengan membaca salam, pertanyaannya, apakah diharuskan berdiri sebelum mengerjakan sujud tilawah? para ulama Syafi’iyah berbeda pendapat dalam hal ini yaitu sebagai berikut.

Syekh Abu Muhammad, Qadli Husain lebih menyukai sujud tilawah dikerjakan yaitu dengan cara dimulainya dengan berdiri dan niat dulu, tapi, pendapat ini diingkari oleh Imam Haramain, kemudian ia berbicara, “Saya tidak melihat untuk masalah ini adanya penuturan dan dasar.”

Apa yang menjadi pendapat Imam Haromain ini dipandang oleh Imam Nawawi sebagai pendapat yang lebih benar karena yang dipilih ialah tidak berdiri untuk sujud tilawah (lihat Yahya bin Syaraf Al-Nawawi, Raudlatut Thâlibîn wa ‘Umdatul Muftîn, (Beirut: Al-Maktab Al-Islamy, 1991), jil. I, hal. 321 – 322).

Sedangkan jika mengerjakan sujud ini dalam keadaan ketika sholat dengan cara setelah dibacanya ayat sajdah maka bertakbir tidak mengangkat tangan untuk kemudian turun bersujud satu kali.

Sesudah itu bangun dari sujud untuk berdiri lagi, kemudian melanjutkan sholatnya, jika ayat sajdah yang tadi dibaca berada di tengah surat maka ia kembali melanjutkan bacaan suratnya hingga selesai dan ruku.

Tapi jika ayat sajdah yang tadi dibaca berada di akhir surat maka sesudah bangun dari sujud tilawah ia sejenak berdiri atau lebih disukai membaca sedikit ayat, kemudian diteruskan dengan ruku’ dan seterusnya.

Harus diingat, Dr. Musthafa Al-Khin didalam kitabnya yaitu al-Fiqhul Manhaji memberikan peringatan bahwasanya takbiratul ihram dan membaca salam adalah syarat sujud tilawah.

Syarat yang lainnya ialah sama seperti syarat sholat fardhu dan sunnah, yaitu harus  menghadap kiblat, suci dari hadas atau najis dan lain-lain. (lihat Musthafa Al-Khin, al-Fiqhul Manhaji [Damaskus: Darul Qalam, 2013], jil. I, hal. 175 – 176).

 

Bacaan Sujud Tilawah

sujud tilawah
www.almaas.co.id

Bacaan sujud tilawah sebagai mana apa yang dijelaskan oleh Imam Nawawi di kitab Raudlatut Thâlibîn sebegai berikut.

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Sajada wajhiya lil ladzî khalaqahû wa shawwarahû wa syaqqa sam’ahû wa basharahû bi haulihî wa quwwatihî

Disunnahkan juga membaca doa di bawah ini.

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاقْبَلْهَا مِنِّي، كَمَا قَبِلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

Allâhummaktub lî bihâ ‘indaka ajraa, waj’alhâ lî ‘indaka dzukhran, wa dla’ ‘annî bihâ wizran, waqbalhâ minnî kamâ qabiltahâ min ‘abdika dâwuda ‘alaihissalâm

Seperti apa yang dikatakan oleh Imam Nawawi menurut ia, jika yang dibaca merupakan doa yang biasa dibaca ketika sujud di waktu sholat maka tidak apa-apa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.