4 Cara Ternak Kambing Dengan Mudah

ternak kambing

Kambing adalah salah satu hewan mamalia berkaki 4, hewan ini mempunyai ukuran sedang dan bisa dibudidayakan, budidaya kambing yang mempunyai bahasa ilmiah yaitu Capra aegagrus hircus, yang artinya sub spesies, hewan ini sangat tersebar bukan hanya di indonesia saja melainkan di Asia Barat daya dan Eropa, salah satu dari ciri khas kambing adalah tanduknya, adapun kambing jantan maupun betina sama-sama mempunyai tanduk, namun kambing jantan mempunyai tanduk yang lebih besar.

Sejak 8.000 sampai dengan 9.000 tahun yang lalu, kambing telah banyak dibudidayakan, di habitat alam, hewan ini biasanya hidup berkelompok, mereka membentuk kelompok dalam jumlah 5 sampai dengan 20 ekor, anehnya kelompok ini dipimpin oleh kambing betina yang paling tua, sementara kambing-kambing jantan bertugas untuk menjaga keamaanan kelompoknya.

Hewan ini sangat aktif pada siang hari untuk mencari makan, makanan utama dari kambing ialah rumput dan daun, sementara pada kambing ternak biasanya mendapatkan lebih banyak variasi makanan, karena untuk menjaga kesehatan pada tubuh kambing, yaitu Kulit pisang, sisa nasi dan bekatul merupakan makanan yang sangat disukai oleh kambing ternak.

Hewan ini biasa nya memiliki janggut, ekor yang agak ke atas dan dahi yang berbentu cembung, seluruh tubuhnya dipenuhi rambut ikal dan agak kasar, umumnya hewan ini memiliki panjang tubuh kambing liar yaitu 1,3 meter sampai 1,4 meter, sedangkan ekor sekitar 12 cm sampai 15 cm. kambing betina dewasa bisanya memiliki berat badan antara 50 kg sampai 55 kg, sementara kambing jantan biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar yaitu sekitar 120 kg.

Perbedaan kambing dengan domba memang agak ada kemiripan, kambing jelas berbeda dengan domba, kambing memiliki tanduk yang luruh, sedangkan tanduk pada domba biasanya melengkung, selain itu suara pada kambing dan dompa pun juga berbeda, sepintas memang hampir sama, Sama-sama berbunyi, pada kambing, suara embeknya cenderung bergetar, sementara pada domba cenderung mendatar.

Dalam hari raya Islam (Idhul Adha) kambing bisaanya dijadikan hewan qurban, ketika Nabi Ibrahim menyembelih anaknya (Nabi Ismail) atas perintah Allah maka Allah menggantikannya dengan kambing (dalam versi lain domba) dalam ajaran Islam binatang ternak (khususnya kambing) bisa dijadikan salah satu sumber pelajaran yang sangat penting bagi manusia, seluruh bagian tubuh memiliki manfaat bagi manusia dan halal untuk di komsumsi bagi umat islam

CARA TERNAK KAMBING JAWA

ternak kambing

pixabay.com

Cara ternak kambing jawa semakin menjamur karena jenis Kambing ini mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan yang baik hanya dengan kualitas pakan yang mudah di dapatkan, tapi dari segi ukuran tubuh Kambing Jawa lebih kecil daripada jenis Kambing Etawa yang saat ini menjadi daya tarik di dunia ternak Kambing, Kambing Jawa jantan dewasa hanya mempunyai ukuran tinggi sekitar 60-65 cm dan berat tubuhnya sekitar 25 kg saja, sedangkan untuk betina dewasa akan mempunyai tinggi sekitar 50-56 cm dan bobot rata-rata 20 kg.

Kambing Jawa betina akan mulai berkembang biak yaitu pada umur sekitar 12-13 bulan, tapi dalam kondisi usia ini susu yang di hasilkan akan sedikit sehingga mempengaruhi tingkat pertumbuhan anak kambing yang tidak maksimal, dan pada usia tersebut, sang induk melahirkan anak dengan rata-rata memiliki bobot 3,82 kg, namun semua itu akan baik-baik saja karena yang pernah saya sebutkan bahwa Kambing Jawa mampu beradaptasi dengan lingkungan dengan baik dan hanya dengan pakan dengan kualitas rendah.

Dalam memulai ternak Kambing Jawa ini memang harus di persiapkan dengan secara keseluruhan, mulai dari pembuatan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan, dan juga perawatan hingga panen, tapi dalam ternak Kambing Jawa ini tugas penting kita adalah meningkatkan hasil produksi (tingkat kelahiran anak kambing) karena kambing ini memang sangat cepat dalam berkembang biak.

Berikut adalah cara untuk cara budidaya kambing jawa secara baik dan benar.

1. Persiapan Pembuatan Kandang

ternak kambing

pixabay.com

Memang sangatlah penting sebuah tempat atau kandang dalam melakukan usaha ternak kambing jenis apapun tak terkecuali Kambing Jawa, Kambing Lokal, sebagaimana kandang ini harus di buat dengan standar, ukuran, tingkat kenyamanan sampai dengan suhu lokasi pada kandang tersebut, untuk ukuran tersebut dapat kita tanyakan kepada para peternak Kambing Jawa yang sudah pengalaman.

Tapi tak usah khawatir kambing ini sangatlah mudah untuk beradaptasi di lingkungan apapun di Indonesia dan bahkan dengan pakan berkualitas rendah kambing ini mampu tumbuh dan berkembang biak dengan baik, tapi untuk meningkatkan hasil produksi tentunya pakan yang berkualitas akan menjadi penyokong utama untuk mendapatkan hasil maksimal dalam reproduksi.

Lokasi pembuatan kandang Kambing jawa tidaklah membutuhkan tempat yang luas, hanya dengan ukuran kandang sekitar 3 x 2 m sudah mampu menampung 3 ekor Kambing Jawa, tipe kandang yang baik untuk Kambing Jawa adalah model panggung, kambing tidak akan terkena tanah dan kotoran akan turun kebawah kandang, Kambing Jawa akan lebih sehat karena tidak ada kontak langsung dengan kotoran yang sudah akan membusuk, jadi tugas kita adalah membersihkan setiap harinya kotoran yang ada di bawah kandang panggung Kambing Jawa.

Bahan yang digunakan untuk membuat kandang Kambing Jawa sebisa mungkin di buat dari bahan-bahan yang bisa di dapatkan dengan harga yang murah, tidak perlu menggunakan kayu, cukup dengan menggunakan bambu dengan sedikit kayu kandang Kambing Jawa sudah bisa di dirikan dengan kokoh.

2. Penyediaan Dan Pemilihan Bibit Untuk Ternak Kambing Jawa

ternak kambing

pixabay.com

Persiapan kedua yang harus di penuhi agar sukses ternak Kambing Jawa adalah dengan menyediakan bibit dari hasil pemilihan bibit unggul. Bibit yang unggul akan meningkatkan hasil reproduksi, jadi dalam kasus ini bibit juga penting keberadaannya dan dengan hasil selektif maksimal, kambing Jawa memang memiliki ukuran tubuh yang kecil, namun dalam saat mencari bibit untuk bahan ternak harus sebisa mungkin di pilih dengan kondisi bibit ukur besar, karena keturunan yang didapatkan pastinya akan mengikuti tulangan yang di miliki oleh induk.

Pemilihan bibit ini harus di lakukan dengan cermat dan teliti, jangan sampai mendapatkan bibit Kambing Jawa yang cacat atau penyakitan.

Untuk bibit Kambing Jawa sebagai pejantan harus memiliki nafsu kawin yang tinggi, hal ini terlihat dari sifatnya yang agresif sambil mengeluarkan kelamin dan lebih sering mengeluarkan urine meskipun sedikit, kambing jawa jantan juga harus sehat, sudah poel (giginya sudah ganti) dan juga berumur lebih dari 13 bulan. Ciri tambahan lainnya adalah tubuhnya tinggi besar, kakinya kokoh, berjanggut, ekor melilit (bentuknya melingkar) keatas dan berkarakter galak.

Yang terakhir tentunya adalah hal yang paling tidak kita sukai karena kambing galak bisa menanduk siapa saja yang mendekat namun karakter seperti  justru sangat bagus untuk di jadikan pejantan.

Sedangkan untuk bakalan induk betina umurnya harus sudah mencapai 12 bulan, di usia ini kambing Jawa betina sudah siap untuk di kawinkan dengan penjantan karena seluruh organnya sudah matang, perkawinan yang baik adalah pada masa subur (birahi), birahi kambing Jawa Betina bisa terjadi 1-2 hari, dengan masa diantara 14-16 hari, ciri yang baik untuk di jadikan indukan adalah berkarakter jinak, bulu panjang pada paha, ekor berbulu lebat, tanduk berdiri keatas, berputing dua, dan ciri tambahan yang saat ini susah di dapatkan adalah Kambing Jawa betina berjanggut.

3. Pemberian Pakan Ternak Kambing Jawa

ternak kambing

pixabay.com

Pemberian pakan juga hal yang sangat penting dalam usaha ternak binatang apapun, pakan ini memang berperan vital untuk proses tumbuh dan juga perkembangbiakan, sebisa mungkin pakan harus memenuhi gizi setiap harinya yang di butuhkan oleh Kambing Jawa, namun pakan yang di maksud adalah pakan yang bisa di dapatkan dengan biaya yang murah. Pakan bisa berupa rumput hijau/kering dan juga pakan buatan dari hasil fermentasi bahan-bahan organik, selain pakan pokok ada juga pakan tambahan yaitu berupa kacang-kacangan dan juga suplemen dan vitamin.

Pakan yang berasal dari rumput hijau dapat di peroleh dengan membeli di pasar rumput atau dengan mencari sendiri di kebun (ngarit), untuk ngarit ini bisa di lakukan dengan sendiri jika tidak ada pekerjaan lain, namun untuk yang menjalankan usaha ternak Kambing Jawa sebagai sampingan dapat membeli rumput di setiap harinya. Kelemahan membeli rumput ini adalah pastinya mengeluarkan biaya yang banyak, untuk itu solusi itu semua adalah dengan memberi pakan buatan.

Pakan buatan ini adalah beberapa bahan organik yang sudah melalui proses fermentasi, pakan ini jauh lebih efektif untuk menunjang pertumbuhan dan pembentukan daging dalam ternak Kambing Jawa, untuk cara membuat pakan buatan bisa anda pelajari pada pakan ternak kambing fermentasi jerami efektif dan murah tanpa ngarit.

4. Perawatan Untuk Ternak Kambing Jawa

ternak kambing

pixabay.com

Sangat penting adalah menjaga kesehatan Kambing Jawa agar tidak terserang penyakit, penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan juga membuat Kambing kehilangan dagingnya (kurus), penyakit juga dapat mematikan, maka dari itu sebelumnya harus kita siapkan obat-obatan ternak Kambing Jawa, dalam kasus perawatan ini sangat bagus jika sering main ke kandang ternak Kambing Jawa yang sudah berpengalaman, sharing-sharing bagaimana cara peralatan yang baik dan benar.

Selain itu bisa juga sering berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat bagaimana cara merawat yang baik dan juga pemberian suplemen agar kambing tetap sehat dan mampu menghasilkan produksi yang tinggi.

Tahap keempat ini memang banyak di kesampingkan, padahal ini sangat penting karena akan merugikan jika semuanya telah terjadi, untuk itu selalu jaga kebersihan, jaga pola makan, pemenuhan gizi, vitamin, dan mineral, kambing jawa dewasa membutuhkan 2 liter air bersih setiap harinya, jangan lupa untuk memberinya pada siang menjelang sore sekitar jam setengah 3, waktu ini adalah paling tepat untuk diberikan minum.

Seperti itu tentang cara ternak Kambing Jawa yang baik dan benar, jika ke empat poin diatas dapat kita lakukan dengan secara benar maka hasil produksi yang tinggi akan kita tukarkan menjadi pundi-pundi rupiah, omset ternak Kambing Jawa sangatlah besar, di Desa saya saja saat ini sudah menghasilkan 86 juta setiap tahunnya, semua itu di dapat hanya dengan modal awal 7 induk betina dan 1 pejantan pada tahun 2003.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.