Ribuan Pelajar dan Balita di Tualang Terima MBG, SPPG AKN Pastikan Standar Gizi Terpenuhi

SIAK,(FOKUSSATU.COM) – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir pasca-libur panjang di wilayah Kecamatan Tualang. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Pendidikan An-Nur mulai menggenjot distribusi makanan sehat ke belasan titik institusi pendidikan dan posyandu guna memastikan generasi muda Siak mendapatkan asupan nutrisi yang layak.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (02/04/2025), operasional dapur SPPG Siak Tualang Perawang 5, AKN (Aneka Kuliner Nusantara) telah kembali ke ritme normal. Sebanyak 3.207 paket makanan disalurkan secara serentak, menyasar berbagai jenjang mulai dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Atas, serta posyandu di wilayah sekitar.

Kepala SPPG Siak Tualang Perawang 5, Rahmat Kurnia, menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam urusan standar pangan. Menu harian yang disajikan, yang terdiri dari nasi putih, ayam bumbu kuning, tumis wortel-kol, tahu goreng, dan pisang, diklaim telah melalui perhitungan matang.

Bacaan Lainnya

“Kami menegaskan bahwa menu yang disalurkan hari ini sudah sesuai dengan AKG (Angka Kecukupan Gizi) yang dibutuhkan oleh para penerima manfaat. Fokus kami bukan sekadar kenyang, tapi memastikan nutrisi yang masuk mendukung tumbuh kembang anak-anak kita di Tualang,” ujar Rahmat Kurnia dalam keterangan resminya.

Rahmat juga menambahkan, selain aspek nutrisi, kebersihan dan kualitas bahan baku menjadi prioritas utama timnya.

“Kami beserta seluruh tim SPPG berkomitmen penuh untuk terus menjaga kualitas makanan. Ini adalah amanah besar untuk mencetak generasi unggul di Kabupaten Siak,” tambahnya sembari menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat di momen operasional perdana ini.

Baca Juga:  Gubernur Riau Abdul Wahid Ikuti Retret Bersama Ratusan Kepala Daerah

Program ini menunjukkan inklusivitas yang luar biasa dengan menyentuh berbagai lapisan usia. Berdasarkan data distribusi, SMA N 2 Tualang menjadi penerima manfaat terbesar dengan total 1.298 paket, disusul oleh SDS Rehobot dengan 389 paket.

Tak hanya sekolah formal, intervensi gizi juga dilakukan di lima posyandu, termasuk Posyandu 66 dan Posyandu Melati, guna menekan angka stunting di tingkat akar rumput.

Dengan berjalannya program ini secara konsisten, Yayasan Pendidikan An-Nur melalui SPPG diharapkan menjadi motor penggerak perbaikan gizi masyarakat di Kabupaten Siak, selaras dengan program nasional dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045. (Muliya)

Pos terkait

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments