Kuala Kampar,FOKUSSATU.COM – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali meluas terus dilakukan di Kabupaten Pelalawan. Di Kecamatan Kuala Kampar, aparat kepolisian bersama TNI dan puluhan masyarakat berjibaku melakukan verifikasi serta pendinginan di lokasi titik panas yang terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga 17.00 WIB, tepatnya di Dusun III, RT 002/RW 006, Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar.
Plh Kapolsek Kuala Kampar IPTU Rio Putra, SH, MH turun langsung memimpin proses verifikasi dan pendinginan. Sebanyak empat personel Polri, dua personel TNI dari unsur TNI AD dan TNI AL, Sekretaris Desa Teluk, perangkat desa serta sekitar 50 orang masyarakat turut dikerahkan ke lokasi.
Berdasarkan hasil pengecekan, titik panas yang terpantau pada dashboard Lancang Kuning berada di lahan gambut dengan luas bekas terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare.
Meski api telah padam, kondisi lahan belum sepenuhnya aman. Petugas masih menemukan asap yang mengepul dari bekas area terbakar sehingga proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali titik api.
“Kami bersama TNI, pemerintah desa dan masyarakat melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi api yang berpotensi menyebar,” demikian laporan kegiatan yang disampaikan Plh Kapolsek Kuala Kampar IPTU Rio Putra.
Dalam proses pemadaman dan pendinginan, tim membawa berbagai peralatan, di antaranya dua unit mesin Mini Striker, tiga unit mesin Robin, 15 gulung selang, empat unit semprot racun merek GS, tujuh parang serta delapan unit kendaraan roda dua.
Namun, perjuangan menuju lokasi tidak mudah. Tim harus menempuh perjalanan sekitar 60 menit dari Polsek Kuala Kampar menggunakan kendaraan roda dua. Akses menuju lokasi juga melewati perkebunan masyarakat.
Kondisi lahan gambut, cuaca panas terik, tidak adanya jaringan internet serta minimnya sumber air menjadi kendala tersendiri bagi petugas dan masyarakat dalam melakukan pendinginan.
Kendati demikian, semangat gotong royong tidak surut. Puluhan masyarakat bersama aparat terus bahu membahu memastikan bara api di dalam tanah gambut benar-benar padam.
Selain melakukan pendinginan, petugas juga melaporkan kondisi titik panas melalui aplikasi DLK, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Teluk serta melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui pemilik lahan yang terbakar.
Dari hasil verifikasi, titik hotspot yang terpantau bukan merupakan kobaran api aktif, melainkan bekas lahan terbakar yang masih menyisakan asap. Petugas tetap melakukan pendinginan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali menyala dan meluas.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan Karhutla, khususnya di wilayah gambut yang memiliki potensi api kembali muncul meski permukaan terlihat telah padam.***









