SIAK,(FOKUSSATU.COM) – Habis sudah kesabaran warga. Pagi ini, Senin (13/4/2026), Simpang Perawang–Minas mendadak riuh. Bukan karena pasar tumpah, melainkan karena warga yang memblokir jalan sebagai aksi protes atas kondisi aspal yang lebih mirip “kubangan kerbau” daripada jalan lintas.
Aksi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini adalah puncak kekesalan masyarakat terhadap janji manis perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi, ditambah lagi dengan hilir mudiknya truk raksasa bermuatan berlebih (Over Dimension Over Load/ODOL) yang setiap hari “menyiksa” jalanan kita.
Koordinator aksi, Joi Vernando, menegaskan bahwa masyarakat sudah bosan hanya diberi janji oleh Pemerintah Provinsi Riau.
“Kami cuma ingin komitmen perbaikan itu dijalankan. Lihat sendiri, aktivitas warga sekarang susah karena jalan hancur. Jangan tunggu korban jiwa baru sibuk memperbaiki,” tegas Joi.
Bukan rahasia lagi, warga menuding lemahnya pengawasan terhadap truk pengangkut akasia dan tangki CPO sebagai biang kerok utama. Truk-truk dengan tonase “kelas berat” ini dianggap bebas melenggang tanpa ada tindakan tegas dari Dinas Perhubungan, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten Siak.
Warga menuntut dua hal sederhana:
Realisasi Perbaikan: Aspal segera diperbaiki, bukan sekadar ditambal sulam.
Tertibkan Truk ODOL: Jangan biarkan jalan yang baru diperbaiki nanti hancur lagi dalam hitungan hari karena beban yang melampaui aturan.
Masyarakat Siak pada dasarnya menyambut baik investasi dan operasional perusahaan di wilayah ini. Namun, Joi mengingatkan bahwa bisnis tidak boleh mengorbankan keselamatan publik dan infrastruktur daerah.
“Kami tidak anti-investasi, tapi tolong patuhi aturan. Kalau terus dibiarkan, kami tidak segan membawa masalah ini ke ranah hukum,” tambahnya.
Secara aturan, pelanggaran tonase ini sudah jelas melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan. PP No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan.
Hingga berita ini diturunkan, pengawalan ketat masih dilakukan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Namun, warga memberikan peringatan keras, jika dalam waktu dekat tidak ada alat berat yang turun ke lokasi dan tidak ada razia nyata terhadap truk ODOL, aksi dengan massa yang lebih besar siap melumpuhkan jalan lintas lagi. (Muliya)









